"Pendirian "Rumah Pintar Pemilu" ini untuk lokasi pusat pendidikan masyarakat umum terutama pemilih pemula untuk belajar terkait penyelenggaraan pemilu di Tanah Air," kata Divisi Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Bojonegoro Mustofirin, di Bojonegoro, Senin.
Bojonegoro (Antara Jatim) - KPU Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendirikan "Rumah Pintar Pemilu" yang akan dimanfaatkan untuk lokasi pusat pendidikan pemilu legislatif, pemilu kepala daerah (Pilkada) dan pemilu presiden (Pilpres).

"Pendirian 'Rumah Pintar Pemilu' ini untuk lokasi pusat pendidikan masyarakat umum, terutama pemilih pemula untuk belajar terkait penyelenggaraan pemilu di Tanah Air," kata Divisi Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Bojonegoro  Mustofirin, di Bojonegoro, Senin.

Namun, menurut dia yang didampingi Ketua KPU Abdim Munif, materi pembelajaran pemilu di "Rumah Pintar Pemilu" tidak termasuk pemilihan kepala desa (pilkades).

"Materi penyelenggaraan pilkades tidak termasuk," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Rumah Pintar Pemilu yang dibangun di bagian belakang kantor KPU itu akan dilengkapi ruang "audio visual" yang bisa dimanfaatkan untuk memutar film dan ruang diskusi.

Film yang dipersiapkan untuk pendidikan pemilu antara lain, sejarah pemilu di Tanah Air, juga penyelenggaraan pemilu lainnya.

Selain itu, di lokasi setempat juga berisi papan panel berisi data terkait pemilu dan kebutuhan lainnya.

"Target kami Rumah Pintar Pemilu sudah selesai akhir Maret agar bisa dimanfaatkan masyarakat awal April," jelas dia.

Menurut dia, peluncuran "Rumah Pintar Pemilu" akan dilakukan dengan mengundang berbagai pihak, mulai pimpinan Perguruan Tinggi (PT), dinas pendidikan (disdik) jajaran pemerintah kabupaten (pemkab), juga pihak lainnya.

"Dalam peluncuran "Rumah Pintar Pemilu" akan kami sampaikan bahwa masyarakat umum terutama pelajar dan mahasiswa bisa memanfaatkan untuk belajar pendidikan pemilu disini," katanya, menegaskan.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi itu pimpinan PT atau kepala sekolah di daerah setempat tergerak mengirimkan mahasiswanya atau pelajar untuk belajar pendidikan pemilu di Rumah Pintar Pemilu.

Yang jelas, menurut dia, target pendirian "Rumah Pintar Pemilu" merupakan salah satu cara sosialisasi pelaksanaan pemilu kepada pemilih pemula agar bersedia berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.

"Salah satu sasarannya yaitu mendorong pemilih pemula bersedia berpartisipasi aktif dalam setiap pemilu," katanya, menegaskan.

Di lain pihak, menurut dia, KPU juga langsung mendatangi parpol, lembaga pendidikan, juga pihak lainnya terkait partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan hak pilihnya di setiap pemilu.
    
"Sudah ada 10 parpol yang kami datangi langsung untuk sosialisasi terkait pemilu," ujar Abdim Munif, menambahkan. (*)





Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026