"Di jalur lahar, marak terjadi penambangan. Bahkan, kemarin ada sebanyak 26 truk yang terjebak lahar hujan,"
Kediri, (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur meminta penambang menjauhi jalur lahar, mengantisipasi korban jika terjadi banjir lahar Gunung Kelud.

"Di jalur lahar, marak terjadi penambangan. Bahkan, kemarin ada sebanyak 26 truk yang terjebak lahar hujan," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Hariwahyu di Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, musibah itu terjadi di Dusun Wonorejo, Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Musibah itu terjadi Minggu (25/2) malam.

Ia menyebut, saat itu warga masih menambang pasir di jalur lahar yang ada di desa tersebut. Hujan turun sangat deras di puncak Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut), sehingga menyebabkan terjadi banjir lahar hujan.

Air bercampur dengan lumpur dan batu langsung menerjang jalur lahar di desa tersebut, membuat 26 truk terjebak. Dari 26 truk itu, enam di antaranya mengalami kerusakan.

"Tadi pagi dievakuasi untuk truknya. Dalam musibah itu, korbannya lebih banyak material untuk korban jiwa tidak ada," ungkapnya.

Ia mengaku, BPBD Kabupaten Kediri sebenarnya sudah memberikan imbauan agar warga menjauhi jalur lahar, sebab sangat berbahaya. Banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Gunung Kelud bisa datang sewaktu-waktu.

Terlebih lagi, di lokasi jalur lahar juga tidak ada jam pasti. Bahkan, hingga malam pun para penambang masih melakukan aktivitasnya, mencari pasir.

Ia pun mengaku tidak mengetahui dengan persis, apakah aktivitas penambang itu resmi atau tidak. Ia hanya memberikan peringatan agar warga berhati-hati, menjauhi lokasi jalur lahar.

"Kami sudah memberikan imbauan, memberikan peringatan agar waspada. Soal izin, kami kurang tahu," ucapnya.

Di Kabupaten Kediri, sejumlah jalur lahar dijadikan sebagai lokasi tambang pasir. Selain di kawasan jalur lahar, Kali Ngobo, Kecamatan Plosoklaten itu, juga terdapat di jalur lahar Kali Mangli, Desa Satak, Kecamatan Puncu, serta sejumlah jalur lahar lainnya.

Selain itu, lahar dingin juga terjadi di Kabupaten Blitar, tepatnya di Kali Putih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, dan Kali Semut di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari.

Banjir bandang terjadi akibat tingginya curah hujan di lereng Gunung Kelud, yang mengakibatkan empat truk terjebak banjir. Dalam musibah itu, juga tidak ada korban jiwa, hanya material.(*)


Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026