Pasuruan (Antara Jatim) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus meminta kontraktor kontrak kerja sama (K3S) untuk mencari sumur migas baru sebagai sumur cadangan.

"Ini untuk mempertahankan pasokan sekaligus cadangan migas secara nasional, karena di sisi lain sumur migas yang telah ada terus diproduksi," kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar di Pasuruan, Rabu.

Pada Selasa ini, SKK Migas Jabanusa bersama lima K3S, yakni Kangean Energy Indonesia, Pertamina PHE WMO, Husky-CNOOC Madura Limited, Santos, dan Petronas menggelar lokakarya media di salah satu hotel di Prigen, Pasuruan.

Sebanyak 40 wartawan dari sejumlah daerah, di antaranya Sumenep, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Bojonegoro, dan Blora (Jawa Tengah) mengikuti lokakarya tersebut.

"Saat ini, kebutuhan migas secara nasional sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi pada kisaran 820 juta hingga 830 juta barel per hari," ujarnya.

Dalam konteks itu, kata dia, pencarian sumur migas baru merupakan sebuah kewajiban yang secara teknis dilakukan oleh K3S.

Produksi yang tidak disertai dengan pencarian sumur migas baru dalam jangka panjang, akan membuat kondisi tak menguntungkan.

Di sisi lain, kondisi saat ini kurang mengenakkan bagi K3S, karena harga minyak dunia kurang bagus atau turun. 

"Kami di SKK Migas harus berusaha mati-matian supaya K3S tetap dan terus mencari sumur migas baru sebagai sumur cadangan supaya produksi migas nasional terus berjalan secara berkesinambungan," kata Ali, menambahkan. (*)


Pewarta: Slamet Hidayat
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026