Magetan (Antara Jatim) - Sejumlah warga di Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan polusi debu abu yang dihasilkan oleh Pabrik Gula (PG) Purwodadi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga desa setempat Mulyadi, Sabtu, mengatakan, debu abu yang dihasilkan PG Purwodadi membuat rumah kotor dan bahkan ada warga yang mengeluh sesak napas dan gatal-gatal.
"Dampak abu debu pabrik gula itu sudah dirasakan warga sejak puluhan tahun lalu. Kami sudah pernah protes tapi tidak ada perbaikan," ujar Mulyadi kepada wartawan.
Menurutnya, banyak perabotan rumah milik warga yang rusak akibat debu abu yang dihasilkan pabrik gula dibawah naungan PT Perkebunan Nusatara (PTPN) XI, tersebut.
Warga berharap pihak pabrik segera mengambil tindakan agar polusi yang diakibatkan dari aktivitas giling tersebut dapat berkurang.
Humas PG Purwodadi Agus Tjahyono menanggapi hal itu mengatakan, pabrik telah melakukan berbagai upaya untuk mengganggulangi masalah tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan pendekatan ke warga sekitar.
"Pabrik sudah berinvestasi cukup banyak untuk menanggulangi debu abu tersebut. Di antaranya dengan pembuatan dan penambahan alat pada cerobong yang berfungsi untuk menangkap debu abu agar tidak menimbulkan polusi," kata Agus.
Pihaknya juga telah menyediakan klinik bagi warga sakit maupun terdampak yang membutuhkan perawatan medis.
Hanya saja, upaya perbaikan yang dilakukan pabrik tersebut dinilai warga belum efektif karena warga mengaku polusi yang dihasilkan oleh aktivitas giling PG Purwodadi masih terus dirasakan.
Warga berharap ada upaya yang lebih baik lagi dari pabrik gula setempat sehingga tidak memberi dampak kerugian materi dan kesehatan bagi lingkungan sekitarnya. (*)
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026