BPS Waspadai Terjadinya Inflasi saat Ramadhan
Kediri (Antara Jatim) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Jawa Timur, mewaspadai terjadinya inflasi yang bertepatan dengan Ramadhan 2016 yang terjadi pada Juni, sehingga menganjurkan pemerintah daerah membuat beragam terobosan guna menstabilkan harga.
"Dari data kami, sejak 2005 hingga 2015, saat Juni terjadi inflasi. Ada beberapa kemungkinan yang harus diwaspadai, salah satunya bertepatan dengan Ramadhan," kata Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kediri Lulus Haryono di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, mendekati Ramadhan 2016, harga bahan pokok sudah mulai merangkak naik. Hasil dari pemantauan di sejumlah pasar tradisional wilayah Kediri, hampir semua bahan pokok mengalami kenaikan.
Harga gula pasir misalnya, dari harga normal sekitar Rp12 ribu per kilogram, saat ini harganya mencapai Rp15 ribu per kilogram. Harga daging sapi juga masih mahal, dimana saat ini harganya lebih dari Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk harga beras, juga relatif naik sekitar Rp500 per kilogram, dimana untuk jenis bengawan harganya sekitar Rp9.500 per kilogram, naik ketimbang pekan lalu yang harganya Rp9.000 per kilogram. Begitu juga dengan jenis mentik yang saat ini harganya Rp9.800 per kilogram, dan IR64 yang harganya Rp8.500 per kilogram.
Sedangkan untuk minyak goreng harganya masih tinggi dimana miyak kemasan Rp13.000 per 620 mililiter, sedangkan yang ukuran 2 liter harganya Rp25 ribu, dan yang curah harganya Rp12 ribu per kilogram.
Selain bertepatan dengan Ramadhan, Lulus juga mengungkapkan di Juni juga musim panen mulai berakhir. Selain itu, di bulan itu juga bertepatan dengan adanya tahun ajaran baru, libur sekolah, hingga penyesuaian tarif PLN. Kondisi itu juga bisa menyumbang terjadinya inflasi.
"Kalau mendekati Ramadhan, harga-harga sudah mulai naik. Kami sampaikan ke pemkot, agar melakukan operasi pasar demi menstabilkan harga," katanya memberikan masukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri Dwi Rahman Santoso mengemukakan pemerintah kota memang mempunyai program untuk mengadakan operasi pasar. Kegiatan itu akan berlangsung pada 8-28 Juni 2016.
"Nantinya rencana akan melibatkan Bulog maupun dari pusat perbelanjaan. Mereka akan diajak bekerjasama menjual harga bahan pokok dengan selisih harga ketimbang di pasar," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan operasi pasar itu rencananya akan diselenggarakan di kantor kelurahan secara bergantian. Hal itu beda dengan operasi pasar yang dilakukan di pasar-pasar tradisional.
Ia berharap dengan rencana ini bisa menekan harga bahan pokok menjadi lebih stabil. Masyarakat pun juga akan lebih terjangkau saat membeli bahan pokok tersebut. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.