Ribuan warga hadir di acara Festival Kenjeran, kendati pengunjung dikenakan Harga Tanda Masuk (HTM) Rp5000 oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) THP Kenjeran
Surabaya (Antara Jatim) - Tingkat kunjungan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran Surabaya naik signifikan pada saat digelarnya Festival Kenjeran yang meliputi kegiatan gemar akan ikan, festival band pelajar hingga penampilan band legendaris Koes Plus, Sabtu.
    
"Ribuan warga hadir di acara Festival Kenjeran, kendati pengunjung dikenakan Harga Tanda Masuk (HTM) Rp5.000 oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) THP Kenjeran," kata Ketua Panita Festival Kenjeran Surabaya Riswanto saat membuka acara Festival Kenjeran.
    
Pantauan Antara para pengunjung yang datang dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Jember, Tuban dan daerah lain di Jawa Timur,  serta Tangerang maupun kota lain di Indonesia.
    
Selain itu, melihat lomba band pelajar, tampilan lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus oleh Komunitas Pecinta Koes Bersaudara dan Koes Plus Jiwa Nusantara, dan malamnya ditutup tampilan Koes Bersaudara dan Koes Plus yang langsung dimotori Yon Koeswojo.
    
Semua itu, lanjut dia, terangkum dalam Festival Pantai Kenjeran, event bareng DPRD Surabaya bersama Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek (RAR).
    
Riswanto mengatakan untuk anggaran bakar dan makan ikan ditanggung unsur masyarakat yang memberikan sumbangan tidak mengikat. Sedangkan festival band pelajar dan tampilan band Koes Bersaudara dan Koes Plus terselenggara atas biaya APBD Kota Surabaya tahun anggaran 2016 melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berdasar pokok-pokok pikiran DPRD Surabaya.
    
"Melalui kegiatan makan ikan ini kami ingin meningkatkan tingkat konsumsi ikan di kalangan masyarakat yang masih rendah. Selain itu, mendorong meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Surabaya melalui gemar makan ikan," kata Riswanto.
    
Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menambahkan, Festival Pantai Kenjeran juga bertujuan meningkatkan pemberdayaan nelayan Kecamatan Kenjeran maupun Kecamatan Bulak yang menjadi binaannya.
    
"Semua ikan seberat 2 ton dibeli langsung dari nelayan. Yang bakar ikan juga ibu-ibu nelayan. Ikan dibakar, diasapi dulu oleh ibu-ibu nelayan, baru dibakar warga di THP Kenjeran. Jadi ikan lebih sedap. Ikan kami bagikan ke siapa saja yang datang di THP Kenjeran," ujarnya.
    
Ketua DPRD Surabaya Armuji menyebut bahwa lembaganya baru pertama ini menggelar konser musik Koes Bersaudara dan Koes Plus. "Antusias pecinta Koes Plus luar biasa. Bukan saja datang dari daerah lain di Jatim, namun juga kota lain di Indonesia. Rencana ini akan kami jadikan agenda tahunan. Tahun ini yang pertama bersamaan HJKS (Hari Jadi Kota Surabaya) ke-723. HJKS tahun depan, ke-724 akan ada Festival Pantai Kenjeran lagi. Jadi event tahunan. Tanggal 28 Mei 2016, akan kami gelar konser musik The Gembells di Kalimas. Panggungnya di Kalimas," kata Armuji.
    
Pria yang karib disama Cak Ji ini menyebut lagu-lagu Koes Plus sampai sekarang masih enak didengar.
    
Salah seorang pecinta Koes Plus, Suparman mengaku datang dari Jember untuk ketemu band idolanya. Pria 58 tahun ini datang dari RT 2/RW 4, Desa Glagawero, Kecamatan Kalisat Jember.
    
"Saya naik bis Damri jurusan Jember-Madura, turun di Kedung Cowek, terus ke Kenjeran ini," kata sopir angkutan umum di Jember.
    
Agus, warga Sleko, Madiun juga demikian. Bersama rombongan datang dari Madiun untuk melihat Koes Plus. Pecinta Koes Plus asal Surabaya tidak ketinggalan. Salah seorang diantaranya, Suryanto, warga Jalan Bentul III, Bendul Merisi Surabaya.
    
"Saya datang sengaja untuk melihat Koes Plus. Sejak 1963 saya fans sama Koes Plus. Kalau bisa Koes Plus sebulan sekali manggung di Surabaya. Jangan cuman di Yogyakarta yang sebulan sekali," kata pensiunan PT Pertamina ini. (*)



Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026