Sudah pernah dilakukan 'workover' pada sumur Wunut 19 pada 2013 dan Tanggulangin 3 pada 2011Surabaya (Antara Jatim) - PT Lapindo Brantas Inc membeberkan data keamanan tentang rencana pengeboran sumur baru, salah satunya data integritas atau keandalan casing (selubung bor) pada sumur-sumur di Lapangan Wunut dan Tanggulangin, termasuk di Desa Kedungbanteng, Sidoarjo.
Vice President Operations Lapindo Brantas Harsa Harjana mengatakan, data ini didapat saat pihak Lapindo Brantas melakukan proses 'workover' atau usaha perbaikan sumur akibat kerusakan saat berproduksi terhadap beberapa sumur yang hingga kini masih memproduksi.
"Sudah pernah dilakukan 'workover' pada sumur Wunut 19 pada 2013 dan Tanggulangin 3 pada 2011," ujarnya pada diskusi terbatas tentang kelayakan rencana pengeboran yang digelar Dewan Riset Daerah di Kantor Bappeda Surabaya, Rabu.
Hasilnya, kata dia, peralatan bisa menyentuh dasar sumur sehingga membuktikan kondisi casing di sumur-sumur itu tidak ada yang bengkok.
"Data itu membuktikan sumur-sumur gas Lapindo Brantas yang dibor pada kedalaman 3.000 kaki atau sekitar 1.000 meter tidak terimbas semburan lumpur panas," ucapnya.
Menurut dia, total ada 21 sumur di Wunut dan lima sumur di Tanggulangin, termasuk tiga sumur yang ada di Desa Kedungbanteng yang semuanya tidak terimbas semburan lumpur.
Sementara itu, Ketua Dewan Riset Daerah Jatim Hotman Siahaan menjelaskan diskusi terbatas ini mencari solusi menanggapi rencana pengeboran sumur oleh PT Lapindo Brantas Inc untuk kepentingan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
"Hasilnya akan direkomendasikan ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk selanjutnya digunakan untuk bahan masukan sebelum diambil kebijakan," katanya. (*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.