"Kami segera kirim 2.000 ton ke NTB, rencana Januari ini,"
Kediri (Antara Jatim) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Kediri, Jawa Timur, berencana mengirimkan beras sebanyak 2.000 ton ke Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kami segera kirim 2.000 ton ke NTB, rencana Januari ini," kata Kepala Bulog Subdivre Kediri Wahyu Sutanto di Kediri, Sabtu.
Selain di NTB, Bulog Kediri juga sudah mendistribusikan beras ke Papua dan Madura sebanyak 2.000 ton. Pengiriman itu dilakukan pada 2015, dan untuk saat ini tinggal menunggu persiapan pengiriman ke NTB.
Ia pun memastikan stok di gudang Bulog Kediri masih mencukupi untuk mengirimkan beras ke luar pulau. Pengiriman itu juga berdasarkan dari permintaan pusat.
Saat ini, stok beras yang ada di gudang Bulog Kediri mencapai 15 ribu ton, dimana stok itu diperkirakan mencukupi hingga lima bulan ke depan. Selain untuk kebutuhan penyaluran beras untuk warga miskin atau raskin, stok itu juga untuk beras cadangan pemerintah yang disalurkan saat ada bencana.
"Stok kami cukup aman, ada sampai 15 ribu ton. Kalau untuk raskinnya sekitar 3.00 ton, jadi masih mencukupi untuk alokasi lima bulan," ujarnya.
Ia mengakui, penyerapan bulog pada 2015 masih kurang maksimal. Dari target pengadaan 55 ribu ton beras, hanya mampu menyerap 32 ribu ton, sehingga pengadaan belum bisa 100 persen.
Salah satu masalah yang menjadi kendala dalam kurang maksimalnya penyerapan gabah itu adalah soal lambatnya keputusan soal Inpres baru terkait harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Nomor 5 Tahun 2015. Inpres itu keluar pada 17 Maret 2015, padahal saat itu sejumlah daerah sudah hampir selesai panen raya.
Dalam Inpres itu, sebenarnya harga yang diterapkan cukup bagus. Sesuai Inpres, HPP beras yang sebelumnya Rp6.600 kini menjadi Rp7.300 per kilogram. HPP gabah kering giling naik dari Rp4.200 menjadi Rp4.650 per kilogram. Sedangkan harga gabah kering panen juga meningkat dari sebelumnya Rp3.300 menjadi Rp3.700 per kilogram.
Walaupun penyerapan kurang maksimal, ia menegaskan bulog tetap berupaya untuk memenuhi stok dan kebutuhan. Saat ini, bulog sudah membuat persiapan untuk rencana penyerapan 2016.
Pada 2016, Bulog Kediri juga merencanakan akan menyerap sebanyak 55 ribu ton, sama dengan rencana penyerapan 2015. Untuk persiapan itu, saat ini bulog sudah koordinasi dengan seluruh mitra guna persiapan penyerapan. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.