Kediri (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur mempercepat penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Kediri serta Nganjuk untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun mengatakan percepatan penyaluran bantuan pangan dilakukan dengan target bisa tuntas pada pertengahan Juni 2026.
“Kami melakukan segala upaya agar penyaluran bantuan pangan ini selesai dilaksanakan pada pertengahan Juni, karena kami menyakini bantuan pangan akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen,” katanya di Kediri, Senin.
Ia mengatakan setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk saat ini alokasi yang diberikan adalah untuk Februari dan Maret 2026, sehingga warga mendapatkan dua kali yakni beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Untuk penyaluran di wilayah Kabupaten Kediri saat ini telah mencapai 93 persen dari pagu penyaluran yaitu 4.701.060 kilogram beras dan 940.212 liter minyak goreng.
Adapun pagu penyaluran bantuan pangan Kabupaten Kediri yakni 5.003.220 kilogram untuk beras dan 1.000.644 liter untuk minyak goreng dengan jumlah PBP sebesar 250.161 PBP.
Sedangkan untuk Kabupaten Nganjuk, bantuan pangan mulai disalurkan pada Senin (8/6) dan telah mencapai 16 persen dari pagu penyaluran yaitu 656.020 kilogram beras dan 131.204 minyak goreng.
Jumlah pagu penyaluran bantuan pangan Kabupaten Nganjuk 4.068.120 kilogram beras dan 813.624 liter minyak goreng dengan jumlah PBP 203.406 keluarga.
Untuk wilayah Kota Kediri, Harisun menyebut proses penyaluran bantuan pangan sudah tuntas. Jumlah penerima manfaat bantuan pangan 2026 di Kota Kediri 34.296 PBP, meningkat ketimbang tahun 2025 yang 26.541 PBP.
Selain bantuan pangan, Bulog Kediri juga terus mengoptimalkan distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, gerakan pangan murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Ia menyebut bahwa pemerintah menilai bahwa kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
"Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan beras nasional," kata dia.
Harisun juga meminta kepada masyarakat di wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk untuk tidak khawatir terjadi kelangkaan stok, karena hingga hari ini stok beras yang tersimpan di seluruh gudang Bulog Kediri sangat cukup.
Stok beras yang ada di gudang 99.471 ton beras dengan ketahanan stok selama delapan bulan.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.