Sumenep (Antara Jatim) - Realisasi program "Corporate Social Responsibility" ("CSR") atau tanggung jawab sosial dari sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 2015 masih rendah.
"Hingga Januari-Oktober 2015, realisasi secara umum program tanggung jawab sosial dari tiga perusahaan migas yang beroperasi di Sumenep itu memang rendah. Namun, mohon maaf, kami tidak bisa menyebutkan nominalnya," kata Humas SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Fatah Yasin melalui telepon dari Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan, tiga K3S yang telah memberikan program CSR di Sumenep adalah PT Kangean Energy Indonesia (KEI), PT Santos Madura Offshore Pty Ltd, dan PT Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML).
"Realisasi program tanggung jawab sosial dari PT KEI sekitar 78 persen, PT Santos 28 persen, dan PT HCML masih dalam proses. Kami di SKK Migas Perwakilan Jabanusa telah meminta komitmen tiga K3S untuk menuntaskan realisasi program tersebut paling lambat pada akhir 2015," ujarnya.
Namun, kata dia, jika tiga perusahaan migas tersebut tidak bisa menyelesaikan realisasi program "CSR" 2015 hingga 100 persen pada tahun ini juga, bisa dilanjutkan pada 2016.
"Kalau pun sebagian program 'CSR' 2015 direalisasikan pada 2016, itu tidak boleh mengurangi rencana atau pagu dari program serupa untuk tahun anggaran 2016," ucapnya.
Fatah menjelaskan, sejumlah hal membuat realisasi secara umum program tanggung jawab sosial dari tiga perusahaan migas yang beroperasi di Sumenep itu masih rendah.
"Pada tahun ini kondisi harga minyak dunia tidak menguntungkan dan selanjutnya membuat perusahaan migas harus melakukan revisi dana program. Selain itu, beberapa program yang direncanakan sebelumnya perlu sinkronisasi dengan warga calon penerima manfaat program. Itu butuh waktu untuk pembahasan ulang," ujarnya.
Ia juga mengemukakan, sesuai data yang dimilikinya, wujud program tanggung jawab sosial dari tiga perusahaan migas itu bermacam-macam, di antaranya pemberian beasiwa, perbaikan infrastruktur, dan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Program tanggung jawab sosial dari tiga perusahaan migas tersebut tidak boleh tumpang tindih dengan kegiatan pemerintah daerah. Kami secara rutin mengevaluasi rencana dan realisasi program 'CSR' dari K3S," katanya. (*)
Pewarta: Slamet HidayatEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.