Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuapten Malang Sofi rahma Dewi, di Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan setelah dilakukan sinkronisasi DPS, jumlah DPT ditetapkan sebanyak 2.051.279 atau berkurang sebanyak 24.450 pemilih dari yang terdaftar dalam DPS.
"Jumlah DPT ini telah diputuskan dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU Kabupaten Malang. Namun, DPT ini masih bisa berubah jika sampai 9 Desember nanti ada pemilih yang pindah domisili atau meninggal dunia," ujarnya.
Jika ada kejadian seperti itu, lanjut Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggara dan Data itu, KPU akan melakukan pencoretan secara manual, sambil jalan saja karena jumlah DPT sudah ditetapkan.
Ia mengemukakan hasil DPT itu nantinya menjadi acuan untuk pencetakan surat suara. Selain itu, jumlah surat suara per tempat pemungutan suara (TPS) ditambah 2,5 persen. "Tambahan tersebut sebagai antisipasi adanya kekurangan dan kerusakan di TPS," kata Sofi.
Meski ada pengurangan atau perubahan jumlah pemilih, kata Sofi, jumlah TPS tidak perubahan, yakni tetap sebanyak 3.672 TPS. Data DPT tersebut sudah sesuai dengan hasil DPT di tingkat kecamatan. "Kami juga menghargai langkah tim pasangan calon atas saran yang disampaikan dalam rapat pleno penetapan DPT," ujarnya.
Dalam proses penetapan DPT di Kantor KPU tesrebut, Liaison Officer (LO) pasangan calon bupati dan wakil bupati Malang nomor urut 2, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi meninggalkan lokasi penetapan alias "walk out" karena kecewa dengan proses penetapan tersebut.
Tim pemenangan pasangan yang diusung PDIP itu kecewa karena tidak ada proses sinkronisasi data, padahal tim tersebut telah menemukan adanya pemilih ganda hingga hampir mencapai 28 ribu jiwa. "Kami berharap ada sinkronisasi, tapi ternyata tidak ada, sehingga kami keluar dan meminta 'soft copy-nya' saja," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, Bambang Siswanto.
Pilkada Kabupaten Malang bakal diikuti pasangan calon, yakni pasangan calon petahana Rendra Kresna-Sanusi dengan nomor urut 1, pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah hadi pasangan nomor urut 2 dan Nurchlis-M Mufidz, pasangan nomor urut 3 yang berangkat dari jalur perseorangan.(*)
Pewarta: Edang SukarelawatiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.