Madiun (Antara Jatim) - Seorang peternak ikan Kutuk atau Gabus di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berhasil menekuni bisnis budi daya ikan tersebut hingga meraih omzet jutaan Rupiah.
"Saya mulai menekuni usaha ini sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah, saat ini sudah ada hasilnya," ujar seorang peternak ikan Kutuk di Kelurahan Mlilir, Dolopo, Kabupaten Madiun, Katono, Kamis.
Ia sengaja memilih ikan Kutuk karena ikan tersebut memiliki khasiat bagi kesehatan. Dimana, ikan tersebut memiliki kandungan protein albumin tertinggi dibandingkan dengan ikan-ikan konsumsi lainnya.
"Ikan Gabus juga masih jarang yang membudidayakannya, padahal permintaan di pasaran sangat tinggi. Biasanya dari keluarga pasien yang baru selesai operasi di rumah sakit," kata dia.
Selain itu, harga ikan Kutuk juga tergolong stabil tinggi. Yakni mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per Kilogramnya. Harga itu bisa naik lagi saat musim kemarau.
Modal Rp2 juta tersebut ia gunakan untuk membuat kolam terpal, membeli bibit ikan, pakan ikan, dan vitamin untuk ikan.
"Untuk bibit ikannya, saya beli dari saudara di Yogyakarta. Sedangkan untuk perawatan, ya susah-susah gampang," urainya.
Untuk perawatan, selain rajin mengganti air setiap dua minggu sekali dan memberi makan hingga lima kali sehari, ia juga memberi vitamin ikannya agar dapat tumbuh dengan baik.
Adapun, untuk pemasarannya, ia biasanya memenuhi permintaan dari wilayah Madiun, Ponorogo, bahkan hingga Pacitan.
Ia mengaku selama ini kewalahan melayani pesanan dari konsumen, sebab stok ikan Gabus atau Kutuk yang siap jual sangat terbatas. (*)
