Sumenep (Antara Jatim) - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep akan menggratiskan kalangan pelajar setempat dari retribusi, ketika mengunjungi museum daerah.
"Ini untuk meningkatkan animo kalangan pelajar di Sumenep mengunjungi museum daerah sekaligus mengetahui sejarah daerahnya," ujar Pelaksana Tugas Kepala Disbudparpora Sumenep, Yayak Nurwahyudi di Sumenep, Jawa Timur, Rabu.
Museum Daerah Sumenep di Kecamatan Kota adalah salah satu lokasi wisata setempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, termasuk pelajar pada masa libur sekolah.
Setiap pengunjung museum daerah akan didampingi staf disbudparpora sebagai pemandu, karena para pengunjung nantinya bakal dipersilakan untuk melihat koleksi benda-benda bersejarah lainnya di museum daerah II, Pendapa Agung, dan "Taman Sare" (pemandian putri), yang berada di area dalam kawasan Keraton Sumenep.
"Retribusi Museum Daerah Sumenep sebesar Rp2.000 per pengunjung. Rencana untuk menggratiskan pelajar dari retribusi ketika mengunjungi museum daerah, berlaku hanya bagi pelajar asal Sumenep. Sementara pengunjung lainnya tetap akan dikenai retribusi," kata Yayak, menerangkan.
Ia menjelaskan, rencana menggratiskan kalangan pelajar asal Sumenep dari retribusi ketika mengunjungi museum daerah kemungkinan besar akan direalisasikan pada pertengahan tahun ini.
"Tinggal menunggu waktu saja. Di internal kami, semuanya sudah sepakat dengan rencana tersebut. Kalau sudah resmi, tentunya akan kami sosialisasikan kepada publik, termasuk kepada pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dan jajarannya," ucapnya.
Yayak yang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumenep juga mengemukakan, salah satu target dari rencana tersebut adalah kalangan pelajar di Sumenep mengetahui dan memahami sejarah daerahnya sendiri.
"Kami berharap para pelajar lebih termotivasi belajar dan mengenal sejarah daerahnya sendiri dan selanjutnya bangga menjadi warga Sumenep," katanya, menambahkan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026