Tulungagung (Antara Jatim) - Panitia penyelenggara ujian nasional Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menemukan satu sampul berisi naskah UN yang telah "tersobek" di bagian luarnya, saat dilakukan pemilahan dan penyortiran di gudang penyimpanan soal di Mapolres Tulungagung, Kamis. "Benar, memang ada yang rusak pada bagian sampulnya. Tapi tidak masalah, mungkin karena saat menaruh dan ditumpuk mengakibatkan ada bagian yang robek," kata Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Heru Mudjiono di Tulungagung, Kamis. Ia menduga, kerusakan sampul berisi naskah ujian disebabkan proses penumpukan serta terjadinya gesekan selama perjalanan distribusi naskah dari Surabaya ke Tulungagung yang berjarak 100 kilometer lebih. "Sampul yang robek langsung diisolasi kembali, dan diberi stempel dari polres serta dinas pendidikan," ujarnya. Heru menjamin tidak ada satupun naskah UN yang bocor ataupun dibocorkan. "Kami menjamin kerahasiaan soal masih terjaga dengan baik," tegasnya. Naskah UN PBT untuk Kabupaten Tulungagung tiba pada Rabu (8/4) sore sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung diamankan di ruang penyimpanan tersegel di Mapolres Tulungagung. Dari data yang ada, total ada 181 boks berisi naskah soal dan lembar jawaban komputer (LJK). Jumlah itu terdiri atas naskah unas paket C, SMA, SMK, SMALB, susulan, dan naskah huruf braile untuk peserta unas penyandang tuna netra. Paling banyak yakni naskah untuk SMA, sebanyak 99 boks. "Kami periksa satu persatu bersama tim dan kepolisian, semuanya lengkap," kata Heru. Naskah soal itu digunakan untuk unas PBT sebanyak 25.692 siswa, sedangkan untuk siswa UN "computer based test" (CBT), naskah soal akan diunduh lembaga penyelenggara ujian bersama dinas pendidikan melalui situs resmi di Kementerian Pendidikan RI. Ada 688 peserta UN yang akan mengikuti UN CBT, yakni dari SMKN 1 Boyolangu. "Tahun ini total peserta UN tingkat SMA/SMK adalah sebanyak 26.380 siswa. Penyelenggara UN sendiri ada sebanyak 143 lembaga," terang Heru. Usai dilakukan pemilahan, naskah UN selanjutnya akan didistribusikan ke masing-masing subrayon sesuai lembaga penyelenggara di kecamatan pada Sabtu (11/04). Pelaksanaan UN secara resmi dimulai pada Senin (13/4) dan dijadwalkan berakhir pada Rabu (15/4) untuk kelompok SMA/MA dan Kamis (16/4) untuk kelompok SMK. "Saat ini naskah di dalam ruang khusus dan sudah disegel resmi oleh dinas pendidikan serta polisi," pungkasnya. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026