Jember (Antara Jatim) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun 2014, terserap sebesar 85,92 persen atau sebesar Rp2,697 triliun dari total APBD setempat sebesar Rp3,139 triliun. Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna penyampaian nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati Jember MZA Djalal di ruang sidang utama DPRD Jsetempat, Senin. "Ada beberapa program di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum terserap secara maksimal, terutama pada program pekerjaan fisik seperti pengembangan RSD dr Soebandi Jember senilai Rp30 miliar tidak terserap 100 persen," kata Bupati Jember MZA Djalal. Selama 2014, tercatat belanja tidak langsung yang dialokasikan sebesar Rp1,757 triliun, namun dalam realisasi yang diserap di lapangan sebesar Rp1,356 triliun atau sekitar 77,2 persen. Untuk belanja langsung yang dianggarkan sebesar Rp1,380 triliun, realisasinya sebesar Rp1,101 triliun atau tercapai sekitar 79,79 persen saja. "Meskipun dari sisi serapan masih minim, di sisi ekonomi mengalami kenaikan signifikan terutama di bidang bangunan konstruksi mencapai 11,79 persen, sektor perdagangan hotel dan restoran 10,98 persen serta angkutan komunikasi 8,01 persen," paparnya. Kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan sektor ekonomi lain yang selama ini menjadi andalan Jember yakni pertanian karena percepatan pertumbungan terendah di pertanian yakni 4,01 persen. Ia menjelaskan pertanian adalah sektor yang paling banyak mendapatkan campur tangan pemerintah karena berkaitan dengan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. "Output sekunder dan tersier pertanian lebih dinamis sehingga menghasilkan nilai tambah setiap tahunnya, sehingga dengan demikian sektor pertanian kian tangguh," ucap bupati dua periode itu. Djalal menegaskan penyerapan anggaran tahun 2014 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun kondisi serapan tersebut anggaran itu masih dalam kondisi normal. Sementara Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi mengatakan pihak legislatif akan membentuk dua panitia khusus (Pansus) untuk membahas LKPJ yang disampaikan Bupati Jember.(*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026