Jember (Antara Jatim) - Sebanyak 15 mahasiswa asing yang mengikuti program AIESEC (Association Internationale Des Etudiants En Sciences Economiques Et Commerciales) di Universitas Jember belajar tentang budaya Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Mereka berasal dari lima negara yakni Jepang, Tiongkok, Taiwan, Korea, dan Jerman yang belajar kebudayaan masyarakat Jember selama enam bulan," kata Pembantu Rektor III Universitas Jember (Unej), M. Saleh, Senin.
AIESEC merupakan asosiasi anak muda dan mahasiswa terbesar di dunia dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan dan pengalaman internasional.
Asosiasi tersebut tersebar di 800 universitas dengan 650 komite lokal di 100 negara dan AIESEC Unej baru diresmikan menjadi sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada September 2013.
"Kegiatan belasan mahasiswa asing dimulai di komunitas Tanoker yang ada diwilayah Ledokombo karena Tanoker merupakan salah satu komunitas yang tetap eksis dalam melestarikan kebudayaan daerah Jember," paparnya.
Sementara Pembina AIESEC Unej Honest Dody Molasy mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa asing untuk mengenal budaya masyarakat Jember.
"Mereka dibawa ke komunitas Tanoker untuk mengenal budaya Jember, kemudian mereka juga dikenalkan dengan sejumlah sekolah, agar mereka berinteraksi dengan guru dan siswa untuk belajar tradisi dan budaya Indonesia," tuturnya.
Menurut dia, AIESEC juga akan menggelar "global village" yang menampilkan kesenian trdisional dan budaya dari berbagai mahasiswa anggota AIESEC di Gedung Soetardjo kampus setempat pekan depan.
"Saya berharap mereka bisa mengenal budaya Jember melalui berbagai kegiatan yang sudah dikemas secara menarik karena program mereka untuk belajar tentang budaya Indonesia di Jember selama enam bulan saja," ucap Honest yang juga dosen Hubungan Internasional FISIP Unej itu.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.