Jakarta (ANTARA) - Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa. Pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, perajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita yang membangun usaha di kampung-kampung mereka sendiri.

Kita ingat waktu krisis 98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut. Banyak yang jual, tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh yang menyelamat kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan. Karena itu, konektivitas antara desa harus baik.

Tahun ini, kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Kepolisian Republik Indonesia. Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa. Tidak boleh lagi ada anak-anak kita, yang harus bertarung nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan. Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam. Berangkat basah, di kelas basah, pulang basah, Saudara-saudara sekalian. Tidak boleh terjadi.

Kita berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa semuanya mengecek desa-desanya. Di mana lagi dibutuhkan jembatan desa. Laporkan. Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita, tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.

Kita mencari dan membangun juga titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah, berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih. Untuk minum, untuk mandi, untuk wudhu. Belum lagi air untuk ternak mereka, air untuk tanaman mereka.

Tahun ini, di delapan bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI, terima kasih TNI. Tadi saya sudah singgung. Kita membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat. Tadi saya singgung, per hari ini sudah 10.000 koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal. Sisanya masih menghadapi masa penyesuaian. Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada listrik, air, dan semua berjalan stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat.

Koperasi sudah bisa menjadi off-taker, koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah punya angkutannya sendiri. Ini juga saya kira pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Bahwa koperasi di organisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri. Tidak ada lagi nanti panen yang rusa karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang bisa mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak. Insyaallah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal.

Target kita 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target Kita cantumkan target kita tinggi. Kita ingat kata-kata Bung Karno, "gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak berhasil minimal kau jatuh di antara bintang-bintang." Target harus tinggi bekerja keras insyaallah sampai. Kalau saya taruh target 12.000. Nanti sampainya 11.000, kalau nanti 30.000 sampainya 29.000. Ini prestasi.

Saudara-saudara, kekuatan ekonomi, saya sebut ada di UMKM, kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80 persen dari upaya kerja mereka Karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya nggak mau sebut intervensi saya pakai istilah rekomendasi tapi sebetulnya agak intervensi juga.

Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari jerih payah mereka dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan. Ada yang naik dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali, Saudara-saudara.

Saudara-saudara sekalian, kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem Registrasi Unit Karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan, artinya emisi karbon kita kurangi. Dan untuk itu, bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar dia bersedia bayar kita. Inilah saudara-saudara, Ekonomi Hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita Kita bangun Tapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita.

Yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila dia lapar. Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi, itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu.

Untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita, di beberapa tempat setinggi 25 persen anak-anak kita. Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel otot tidak berkembang dengan baik. Sel tulang tidak berkembang dengan baik.

Untuk jadi buruh pelabuhan saja, ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi petani, buruh tani saja, mungkin dia juga tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG. Tapi, dengan perbaikan, dengan efisiensi.

Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan.

Hari ini hadir bersama kita Christina Beno, siswi kelas 6, sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan. Christina. Terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Satu saat mungkin kamu duduk di atas sini. Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini, kita tidak tahu. MBG telah membantu Christina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah.

Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat biasa atau sederhana. Bagi Christina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG, setiap hari sekolah satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat.

Mereka dapat belajar dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mereka kini punya masa depan yang lebih baik. Mari kita tepuk tangan untuk Christina dan semua anak Indonesia. Semua ibu-ibu yang sedang hamil dan semua orang tua lanjut usia, negara tidak akan tinggalkan kalian semua. Negara bersamamu, negara akan hadir bersamamu. Itu janji kita semua di majelis ini.

Memberi makan bergizi saja, kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028 100.000. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi.

Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas dan kita akan perbaiki puskesmas di situ. Dan sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil. Di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.

Kita juga telah membagikan layar pintar interaktif, Interaktif flat panel, untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif.

Artinya guru-guru kita di manapun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulangi-ulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai, bisa dua kali, tiga kali. Mereka juga bisa dari rumah mengakses program ini.

Dan kita akan membuat studio-studio terpusat dengan guru-guru terbaik yang akan mengadakan siaran jarak jauh yang ribuan sekolah bisa akses. Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik. Termasuk bahasa asing, bahasa asing mutlak harus kita kuasai.

Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita, mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Perancis.

Dari kecil, di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun. Dan kita mengerti sekarang, Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Perancis juga maju. Spanyol, banyak negara bicara Spanyol. Banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di bidang sains dan teknologi.

Saudara-saudara, sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu bertanya, bisa gak tenaga kerja dari Indonesia? Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata. Pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka. Mereka butuh perawat. Mereka butuh caregiver. Harus bisa bahasa. Dan orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia.

Saudara-saudara sekalian, kita juga membangun sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya. Dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua, mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 undang-undang dasar negara kita, negara harus intervensi. Hari ini 93 Sekolah Rakyat permanen sudah kita buka, nantinya sekolah rakyat rintisan sudah 182, dan nantinya semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat.

Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki pernah mengayuh sepeda, puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Bayangkan, Rizki berdiri lagi, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini, naik sepeda, membawa 30 kilogram ikan. Luar biasa kau Rizki, kau anak yang baik. Ia sempat putus sekolah, dan waktu masuk sekolah rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik.

Hari ini, Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar, dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak. Sudah-sudah sekalian, saya yakin Rizki kau akan menjadi pribadi yang kuat.

Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat, dan ibunya penyandang disabilitas.

Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat Kabupaten. Citra, umurmu berapa? 10 tahun. Ya nanti, 10 tahun lagilah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu. Jadi, nggak ada yang berani nanti main-main sama kau.

Kemarin, saya juga mendapat kabar tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15. Di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi. Juga ada Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Poliwari Mandar, Sulawesi Barat, yang berhasil terpilih menjadi Paskibraka Nasional.

Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi. Rizki, Citra, dan seluruh siswa-siswi sekolah rakyat dimanapun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan. Luar biasa kalian, mari kita beri tepuk tangan kepada anak-anak siswa-siswi sekolah rakyat.

Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, bagi anak-anak kita yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, kita juga telah selesaikan pembangunan 4 SMA unggul, yaitu SMA Garuda. Di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan.

Dan sudah ada lebih dari 20 SMA Unggul Garuda Transformasi. Jadi sekolah yang sudah ada, mereka daftar ikut dalam kurikulum SMA Unggul Garuda. Apa yang membedakan? Karena SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Dan kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia.

Saudara-saudara, sekolah unggul Garuda Transformasi, tadi saya salah bukan 20, sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi. Terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026. Kita juga sekarang melalui Kementerian Pertahanan telah memiliki 5 SMA Taruna Nusantara, yang baru di Cimahi, Malang, Megelang, IKN, dan Minahasa. Yang sudah beroperasi, yang sudah menjalankan tahun sekolah. Tentunya yang pertama di Magelang.

Kepolisian RI dan LPKTB juga telah selesai membangun satu kampus SMA Taruna Bhayangkara. TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan. Kalau saya puji TNI, Kapolri agak resah. Saya puji Kapolri, TNI agak resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

Saudara-saudara sekalian, dengan kurikulum internasional yang kita jalankan, jumlah siswa S1 yang kita kirimkan ke kampus-kampus terbaik dunia dengan Beasiswa Garuda sudah mencapai 416 mahasiswa di tahun 2025, 515 di tahun 2026.

Di dalam negeri kita terus tingkatkan kualitas kampus-kampus kita. Tahun ini tujuh perguruan tinggi negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia. Dan ini harus kita perbaiki lagi. Universitas Indonesia berada dalam peringkat 191. UGM, ITB, dan Universitas Airlangga berada dalam kelompok 300 besar. Sedangkan IPB, Universitas Padjajaran, dan ITS berada di kelompok 500 besar. Tentunya ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.

Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat. Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada tahun 2025 tercatat 70,2 juta peserta dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi. Tapi ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan. Takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR ini juga termasuk belum cek kesehatan. Rata-rata gulanya pasti tinggi. Apalagi orang Jawa Tengah ini.

Layanan Cek Kesehatan Gratis sekarang tersedia di 10.255 Puskesmas pada 38 Provinsi. Pemerataan pelayanan juga terus kita lakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Hari ini 20 rumah sakit umum daerah baru telah kita bangun sudah operasional. Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.

Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

Menurut data Kementerian Kesehatan, 474 kabupaten/kota butuh tambahan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten/kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten/kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis. Terutama di kabupaten kota yang jauh dari ibu kota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur.

Untuk itu, selama 21 tahun terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis kita.

Saudara-saudara sekalian, untuk itu kita harus mencari solusi. Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu. Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tepat sasaran, mudah dan bermartabat.

Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial PKH telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar. Atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional.

Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan 150 ribu rupiah untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat mengeluarkan waktu 75 sampai 200 hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam.

Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara. Digitalisasi pada program perlindungan sosial harus kita terus perluas pada semua program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan juga subsidi.

Sebagai implementasi agenda Pro-Kesra terintegrasi. Juga untuk meningkatkan ketepatsasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Hari ini hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah 700 ribu rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.

Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial atensi berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya. Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia.

Saudara-saudara sekalian, sebagaimana tadi disinggung oleh Ketua DPD RI dan sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah long march, suatu perjuangan panjang. Apa yang kita bisa lakukan sekarang, kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya.

Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis. Semua yang kita alami, hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, kepemimpinan Pak Habibie, kepemimpinan Gus Dur, kepemimpinan Ibu Megawati. Sekarang, kita teruskan.

Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar dan keluarga bertumbuh. Tahun 2026 sampai 30 Juni, pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya. Bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah. Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah. Juga kita telah bantu pembelian rumah murah dengan program FLPP. Dan sekarang sudah menjangkau hampir 100 ribu rumah. Kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 (95.878) debitur.

Hadir bersama kita hari ini Ibu Thelma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh. Dinding lantai dan atap yang rusak, melalui BSPS keluarganya dapat memperbaiki rumah itu. Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah.

Hadir juga Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Dia berdagang kelinci dari pasar ke pasar. Malam hari bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri. Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan martabat dan masa depan.

Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah Republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri. Agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya. Tugas kita bukan sekedar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa. Republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan. Terima kasih Ketua MPR, terima kasih Ketua DPD RI. Selalu dibicarakan persatuan, persatuan, persatuan. Dari Bung Karno selalu bermimpi persatuan Indonesia. Kita berbeda. Dari dasinya kita lihat kita berbeda. Tapi, satu, cinta Merah Putih.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Tuhan membesar melindungi bangsa Indonesia menghadapi masa-masa yang sulit dengan optimis, dengan gembira, dengan keberanian.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!!



Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026