iCOP memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat

Surabaya (ANTARA) - Universitas Kristen (UK) Petra mengembangkan potensi enam dusun di Kabupaten Mojokerto melalui International Community Outreach Program (iCOP) 2026 yang melibatkan 124 mahasiswa Indonesia dan asing guna memperkuat ekonomi desa, pengelolaan sampah, dan layanan kesehatan masyarakat.

“iCOP memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra Serli Wijaya di Mojokerto, Jawa Timur, Kamis.

Program pengabdian masyarakat internasional itu menandai 30 tahun perjalanan iCOP yang telah dilaksanakan sejak 1996 di berbagai daerah, antara lain Kabupaten Magetan, Kediri, Mojokerto, Kupang Barat, dan Sumba Barat.

Serli menjelaskan selama tiga dekade iCOP telah membantu puluhan desa melalui program pemberdayaan ekonomi, pengembangan desa wisata, penyediaan air bersih, penerangan tenaga surya, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada 2026, iCOP berlangsung 13 Juli-7 Agustus dengan tema “Transforming Society” dan diikuti 57 mahasiswa Indonesia serta 67 mahasiswa asing dari Korea, Hong Kong, Jepang, Singapura, Belanda, dan Taiwan yang mewakili sembilan perguruan tinggi.

Para peserta dibagi ke enam kelompok lintas negara dan ditempatkan di Dusun Pacet Selatan, Dusun Podorejo, Dusun Wiyu, Dusun Tlebuk, Desa Gumeng, dan Desa Dilem sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Di Desa Dilem, mahasiswa mempelajari pengolahan kopi dari pembibitan hingga penyangraian serta mengembangkan branding kopi lokal, kemasan produk, media sosial, dan pengaktifan Kafe Dilem sebagai basecamp pendakian Bukit Semar untuk mendukung konsep “Desa Kopi”.

Sementara itu, di Dusun Podorejo program difokuskan pada pengelolaan sampah melalui peresmian bank sampah dan tempat pembuangan sementara (TPS) dusun yang dihadiri Rektor UK Petra Prof. Rolly Intan.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Kristen Petra memberikan layanan pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak di Dusun Podorejo.

Rektor UK Petra Prof. Rolly Intan mengatakan iCOP penting untuk membentuk pola pikir kewargaan global dan memperkuat persaudaraan lintas bangsa melalui pengabdian masyarakat.

Ia menambahkan program tersebut menjadi salah satu program unggulan universitas dan diminati mahasiswa luar negeri, terutama dari Korea Selatan, karena memberi pengalaman hidup bersama masyarakat desa sekaligus pertukaran budaya secara langsung.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026