Surabaya (Antara Jatim) - Pertamina meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi jelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 guna mengantisipasi bertambahnya permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut. "Kami menyiapkan penambahan stok premium dan solar sebesar lima persen untuk momentum tersebut di wilayah Marketing Operation Region (MOR) V yang mencakup Propinsi Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT," kata Assistant Manager Eksternal Relation Pertamina MOR V, Heppy Wulansari, di Surabaya, Kamis. Ia optimistis, penambahan itu diperkirakan cukup untuk memenuhi besarnya permintaan konsumen mengingat pada Natal dan Tahun Baru sebelumnya konsumsi premium dan solar cenderung normal (tidak ada peningkatan). "Meski Natal dan Tahun Baru sebelumnya konsumsi BBM berada di level konsumsi normal, kami tetap mengantisipasi segala hal yang bisa terjadi," ujarnya. Serangkaian upaya itu, jelas dia, antara lain dengan pembentukan satgas, penambahan stok serta penambahan waktu pelayanan Terminal BBM dan SPBU di jalur strategis. “Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM pada Natal dan Tahun Baru, kami harus selalu menyiapkan langkah tersendiri," katanya. Di sisi lain, tambah dia, saat ini konsumsi normal premium di wilayah MOR V mencapai posisi 13.754 Kilo Liter per hari. Sementara, konsumsi solar 6.951 Kilo Liter per hari. "Di samping mengantisipasi kebutuhan BBM Subsidi, kami juga melakukan antisipasi lonjakan kebutuhan elpiji tiga kilogram dengan menyiapkan penambahan stok sebesar 10 persen dari konsumsi normal," katanya. Ia menyebutkan, penambahan stok tersebut diyakini cukup memenuhi permintaan masyarakat pada momentum itu. Apalagi tahun lalu peningkatan konsumsi mencapai neam persen dibandingkan kondisi normal. "Saat ini konsumsi elpiji tiga kilogram di wilayah MOR V mencapai 3.822 Metrik ton per hari," katanya. Di sisi lain, lanjut dia, guna menyiasati agen atau pangkalan yang tutup, Pertamina juga menyediakan elpiji tiga kilogram di 579 SPBU tersebar di seluruh wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Barat. "Khusus untuk NTT, mengingat belum ada konversi elpiji tiga kilogram kami menyiapkan antisipasi penambahan stock Minyak Tanah Subsidi sekitar empat persen dari konsumsi normal harian 267 Kilo liter per hari," katanya.(*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026