KA dan Kursi Raksasa
Pengunjung juga bisa berkeliling lokasi rest area sambil menikmati perjalanan "eco-tourism" dengan naik kereta wisata atau kereta kelinci yang melewati terowongan kereta api yang dibangun oleh Belanda tahun 1901 dan pabrik pengolahan kopi yang juga dibangun pemerintahan kolonial Belanda.
Wisatawan bisa melihat lebih dekat salah satu terowongan kereta api terpanjang di Indonesia tersebut, bahkan berfoto ria di depan peninggalan zaman kolonial Belanda tersebut cukup mengasyikkan.
Setelah puas melewati terowongan, kemudian pengunjung diajak mengunjungi pabrik pengolahan kopi milik Kebun Gunung Gumitir dan dalam perjalanan menuju pabrik itu melewati bawah jalur kereta api dan jalur yang melintasi lembah dengan ditopang tiang-tiang raksasa yang kokoh.
Bagi yang suka menunggang kuda, anda juga bisa berkeliling santai sambil menyusuri jalan setapak di tengah kebun kopi dan kaki bukit atau pengunjung bisa menggunakan kendaraan "off-road" karena tempat itu menyediakan ATV 110 cc dan 250 cc, serta mobil jeep willys.
Di akhir rute perjalanan, pengunjung juga diberi kesempatan untuk menengok kompleks perumahan buruh perkebunan yang berjajar rapi dan rumah dinas administratur, rumah-rumah yang dibangun pada tahun 1984 terlihat masih terawat dengan baik.
Di pabrik pengolahan kopi, wisatawan bisa melihat proses pengolahan kopi dan sortir kopi yang dilakukan oleh puluhan orang pekerja.
Hmm, satu hal lagi yang unik dan menyita perhatian banyak pengunjung di Kafe dan Rest Area Gumitir yakni sebuah kursi kayu raksasa berukuran 3 x 3 meter dengan tinggi alas kursi 2,5 meter dan tinggi sandaran kursi 5,3 meter.
Kursi tersebut dibuat dari enam batang utuh kayu Segawe (Adentahera microsperma) yang berasal dari dalam afdeling Tanah Manis, Kebun Gunung Gumitir.
Kursi raksasa itu menjadi lokasi pemotretan favorit bagi para pengunjung karena lokasinya yang tepat untuk melihat panorama pegunungan yang indah dan hamparan hijau perkebunan kopi.
Salah seorang pengunjung dari Surabaya Rohmawati mengaku sangat menikmati perjalanan eco-tourism yang disuguhkan oleh pihak pengelola kafe gumitir.
"Banyak pengetahuan yang didapat dari berkeliling lokasi di Kafe dan Rest Area Gumitir, bahkan kita bisa melihat peninggalan kolonial Belanda," tuturnya.
Menurut dia, menikmati wisata di tempat tersebut bisa menghilangkan rasa lelah dan penat selama perjalanan dari Banyuwangi, serta menyegarkan tubuh dengan menyruput kopi andalan Kebun Gunung Gumitir bersama teman-teman.
Nah, bagi anda yang melewati jalur Gumitir di perbatasan Kabupaten Jember-Banyuwangi, sangat sayang jika melewatkan tempat itu untuk beristirahat sekaligus menikmati sensasi perjalanan wisata yang cukup menyenangkan di kebun kopi.
Bagi penikmat kopi, tentunya anda harus mampir untuk mencicipi sejumlah jenis kopi yang disajikan di Kafe Gumitir dan membawa oleh-oleh kopi luwak atau robusta yang mantap dari Kebun Gunung Gumitir.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.