Pasuruan (Antara Jatim) - Deputi Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Siti Hidayati mengajak, masyarakat di Indonesia untuk menggunakan "personal identification number" (PIN) terhadap kartu kreditnya. "Kami minta masyarakat bisa menerapkan PIN tersebut sesuai aturan pemerintah yakni per 1 Januari tahun 2015," kata Siti, ditemui pada Pelatihan Wartawan Ekonomi se-Wilayah Kerja KPBI Wilayah IV Jawa Timur di Pasuruan, Sabtu. Menurut dia, saat ini yang sudah menggunakan PIN kartu kredit di berbagai negara di antaranya Inggris dan Singapura. Namun, di Indonesia akan dimulai pada tahun depan atau bertepatan dengan diberlakukannya kerja sama perdagangan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Meski demikian, kami yakin penerapan PIN terhadap kartu kredit bisa mengantisipasi maraknya kasus penipuan melalui kartu kredit," ujarnya. Ia mencontohkan, ketika kartu kredit yang dimiliki hilang. Dengan adanya PIN kartu kredit maka ketika kartu kreditnya hilang mereka tidak perlu khawatir. "Saat ada yang menemukan kartu kredit itu, si penemu tidak mungkin bisa menggunakan kartu itu dan memakainya untuk melakukan tindak kejahatan, sehingga merugikan pihak tertentu," ucapnya. Apalagi, tambah dia, selama ini kartu kredit menempati posisi terbesar dari total pengaduan nasabah ke BI. Lalu, jenis pengaduan lainnya, misalnya, penagihan tidak sesuai etika dan penggunaan kartu kredit oleh pihak lain karena hilang atau dicuri. "Selain itu, sistem informasi penagihan bank yang tidak terkini," tuturnya.(*)
Berita Terkait
Purbaya pastikan pergantian deputi BI bukan pemicu pelemahan rupiah
22 Januari 2026 15:10
Rupiah menguat seiring euforia kebijakan BI tahan suku bunga
22 Januari 2026 10:38
BI tingkatkan intensitas stabilisasi guna menjaga nilai tukar rupiah
21 Januari 2026 15:45
Fokus stabilisasi rupiah, BI-Rate tetap di level 4,75 persen
21 Januari 2026 14:59
Purbaya tepis kekhawatiran intervensi Thomas terhadap independensi BI
20 Januari 2026 16:57
IHSG stabil, analis yakin investor telah antisipasi arah kebijakan BI
20 Januari 2026 16:20
Analis sebut pergantian Deputi Gubernur BI tak ganggu pasar saham
20 Januari 2026 14:21
IHSG berpotensi menguat di tengah "wait and see" RDG Bank Indonesia
19 Januari 2026 09:23
