Bojonegoro (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membangun laboratorium lingkungan dengan alokasi anggaran mencapai Rp2,5 miliar pada 2015, yang berfungsi untuk melakukan pemeriksaan adanya berbagai ancaman pencemaran lingkungan. "Program pembangunan laboratorium lingkungan sudah kita usulkan tahun ini, tetapi karena ada sejumlah program yang belum masuk, maka dilakukan revisi yang untuk selanjutnya akan diusulkan di dalam APBD 2015," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro Tedjo Sukmono di Bojonegoro, Sabtu. Ia menyebutkan alokasi anggaran Rp2,5 miliar tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun gedung laboratorium juga peralatan. Selain itu, lanjutnya, juga untuk progam peningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) personel di BLH, agar mampu mengelola laboratorium. "Keberadaan laboratorium lingkungan akan mempercepat penanganan kasus pencemaran lingkungan, juga pengawasan lingkungan dari pencemaran," paparnya. Ia menjelaskan pembangunan laboratorium lingkungan yang akan dilakukan di daerahnya tidak lepas berkembangnya daerah setempat menjadi kawasan industri migas. Selain itu, lanjutnya, daerahnya juga dilalui Bengawan Solo, yang menjadi tumpuan pembuangan berbagai aneka limbah dari daerah hulu, Jawa Tengah. "Perkembangan daerah menjadi industri migas memunculkan permasalahan lingkungan, yang diakibatkan kegagalan industri, sehingga keberadaan laboratorium lingkungan sangat dibutuhkan," katanya, menegaskan. Ia memberikan gambaran kejadian kegagalan industri migas yang pernah terjadi di daerahnya dalam melakukan pemeriksaan dampak yang terjadi dilakukan dengan cara mengirimkan bahan material yang ada ke laboratorium di Gresik atau Surabaya. "Selain membutuhkan waktu lama juga biaya," ujarnya. Seorang petugas dari Pusat Pengelolaan Eko Region Jawa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Ediyanto, ketika di Bojonegoro, menyarakankan daerah mendirikan laboratorium lingkungan dan menambah personel yang mampu melakukan pemeriksaan terjadinya ancaman pencemaran lingkungan. "Di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Kediri dan Gresik, sudah memiliki laboratorium lingkungan, karena keberadaanya memang sudah menjadi tuntutan bagi daerah," ucapnya. (*)
Berita Terkait
KLH berikan sanksi administratif kepada 273 pengelola TPA sampah
26 Februari 2026 15:40
KLH nobatkan tiga daerah dengan kinerja pengelolaan sampah terbaik
25 Februari 2026 16:30
Menteri LH ingatkan pemda bahwa TPA open dumping berakhir pada 2028
25 Februari 2026 10:54
Menteri LH pastikan beri sanksi dan audit lingkungan tambang PT CPM
23 Februari 2026 13:37
BRIN pelajari kasus pencemaran Sungai Cisadane
12 Februari 2026 11:22
KLH kirim tim dalami dugaan cemaran pestisida di Sungai Cisadane
11 Februari 2026 11:01
KLH siapkan langkah darurat penyelamatan Pesut Mahakam
8 Februari 2026 22:00
Menteri LH ingatkan dunia usaha agar lingkungan jadi fondasi ekonomi
3 Februari 2026 15:42
