Oleh Yuni Arisandy
Jakarta (Antara) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan bahwa mutasi jabatan yang dilakukan di lingkungan Polri bertujuan untuk penyegaran tugas Kepolisian agar lebih dinamis.
"Pilpres kan sudah selesai, artinya hal-hal yang krusial sudah terlewatkan. Sehingga ditata kembali personel-personel untuk penyegaran. Karena ada yang sudah lama, maka perlu penyegaran tugas biar bisa lebih dinamis pekerjaannya ke depan," kata Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti di Jakarta, Kamis.
Terkait pergantian Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Wakapolri mengatakan sudah ada pengajuan tiga nama personel untuk mengisi posisi Irwasum yang baru.
"Sudah, yang diajukan tiga. Mudah-mudahan minggu-minggu ini sudah bisa keluar," ujarnya.
Namun, Badrodin enggan menyebutkan ketiga nama yang diajukan untuk posisi Irwasum Polri itu.
Selain pergantian Irwasum, ada juga 15 personel Polri yang mengalami mutasi jabatan, yaitu sebagai berikut.
Pertama, Irjen Pol Syarief Gunawan yang semula menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara digeser menjadi Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri.
Kedua, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Akademi Polisi Lembaga Pendidikan Polisi (Lemdikpol) dimutasi menjadi Kapolda Sumatera Utara.
Ketiga, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar berganti jabatan dari Kakorlantas Polri menjadi Gubernur Akpol Lemdikpol.
Keempat, Brigjen Pol Condro Kirono berganti jabatan dari Kapolda Riau menjadi Kakorlantas Polri.
Kelima, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan berganti jabatan dari Karodalpers SSDM Polri menjadi Kapolda Riau.
Keenam, Irjen Pol Dicky D Atotoy yang semula menjabat sebagai Kapolda Kalimatan Timur dimutasi menjadi Wakil Irwasum Polri.
Ketujuh, Irjen Pol Andayono yang semula menjabat sebagai Wakil Irwasum Polri dimutasi menjadi Kapolda Kalimatan Timur.
Kedelapan, Brigjen Pol I Ketut Yoga Ana berganti jabatan dari Kapolda NTT menjadi Kasespimti Sespim Polri Lemdikpol.
Kesembilan, Brigjen Pol Endang Sunjaya berganti jabatan dari Wakapolda Aceh menjadi Kapolda NTT.
Kesepuluh, Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jambi dimutasi menjadi Karokerma KL Sops Polri.
Kesebelas, Brigjen Pol Bambang Sudarisman yang sebelumnya menjabat sebagai Direkonomi Baintelkam Polri dimutasi menjadi Kapolda Jambi.
Kedua belas, Brigjen Pol Endjang Sudrajat berganti jabatan dari Kapolda Kepulauan Riau menjadi Pati Yanma, dalam rangka pensiun.
Ketiga belas, Brigjen Pol Arman Depari berganti jabatan dari Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjadi Kapolda Kepulauan Riau.
Keempat belas, Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Karowassidik Bareskrim Polri dimutasi menjadi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Kelima belas, Brigjen Pol Zulkarnain yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Kebijakan Utama Sosial Budaya menjadi Karowassidik Bareskrim Polri.
Wakapolri membantah adanya kabar bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri itu bermuatan politis.
"Ngga ada tuh, biasa saja. Muatan politisnya di mana? Yang pensiun ya harus tetap diganti. Dan yang sudah lama tetap harus diganti supaya ada regenerasi juga, ada penyegaran," ujar Badrodin. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.