Isu gerakan ISIS yang kini marah diberitakan di Indonesia, menjadi perhatian semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, gubernur dan para bupati. Tak terkecuali Bupati Pamekasan Achmad Syafii. Bagi Syafii, demikian sapaan karib suami Anny Rifqotullaily, para pelajar perlu diselamatkan dari paham yang memperbolehkan cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan tegakkan negara Islam tersebut. Sebab, menurut Syafii, Islam sebenarnya bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan, akan tetapi agama yang mengajarkan untuk berdakwah dengan cara santun. Kalangan pelajar perlu diselamatkan dari pemahaman Islam yang seperti itu. "Makanya kami meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Lembaga Pengkajian dan Penerapan Syariat Islam (LP2SI), serta Kemenag Pamekasan agar membuat rumusan materi pendidikan agama Islam yang isinya menolak keberadaan ISIS," kata Achmad Syafii. Di Pamekasan, katanya, sampai sejauh ini belum ada gerakan ISIS. Akan tetapi, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, apalagi yang banyak menjadi sasaran gerakan Islam ini adalah kalangan remaja dan pemuda. Menurut Achmad Syafii, keberadaan ISIS yang muncul secara tiba-tiba dan banyak diberitakan di berbagai media, memang terkesan mencurigakan. Sebagian orang menilai itu karena propaganda pihak asing. Namun terlepas dari kecurigaan itu, gerakan Islam dengan cara kekerasan adalah dilarang dan tidak dibenarkan menurut ajaran Islam, termasuk juga agama selain Islam. (*)
Berita Terkait
Polisi: DE terpapar paham terorisme sejak belia
15 Agustus 2023 12:02
Kodim Tulungagung Selidiki Tulisan Diduga Simpatisan ISIS
22 Januari 2016 21:30
Pemkab Madiun Tolak Masuknya Paham Radikalisme
5 Juni 2015 10:59
Jatim Siapkan Ratusan Ustaz Gaul Cegah ISIS
31 Maret 2015 15:45
Brimob Madiun Beri Pembekalan Nasionalisme Santri
28 Maret 2015 20:29
Polres-Pemkab Madiun Bentuk Satgas Anti-ISIS
27 Maret 2015 19:46
Imigrasi Madiun Awasi Pembuatan Paspor Timur Tengah
27 Maret 2015 16:20
Pengamat: Penanganan Paham ISIS Kurang Sinergis
26 Maret 2015 15:04
