Ia kemudian berjalan ke rumah tetangga lainnya, Suari, sambil menunjukkan nama-nama tumbuhan berkhasiat obat yang tumbuh di sepanjang jalan.
Di rumah Suari, yang sedang direnovasi, Timbul menunjukkan motif ukiran yang umumnya ada di bagian rumah atau perabotan orang Osing. Ada motif srengenge (matahari), bunga pare, kawung dan selimpet, garis-garis berpola yang saling berhubungan.
Motif matahari melambangkan harapan akan masa depan rumah tangga yang cerah dan bunga pare melambangkan perjalanan kehidupan rumah tangga yang menjalar.
"Selimpet itu enggak ada ujung enggak ada pangkal, seperti belas kasih tak berujung. Kalau kawung itu, artinya kalau sudah menikah enggak boleh cari lagi," kata Timbul.
Di samping itu, kasur hitam dengan warna merah pada tepiannya selalu ada di setiap rumah orang Osing di Kemiren.
"Hitam itu melambangkan ketenangan, merah lambang kesemangatan. Itu semua orang sini punya, paling tidak satu. Saya punya dua," kata Timbul, yang tahun lalu menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama istrinya.
Semua orang Osing akan menjemur kasur hitam merah di depan rumah setiap bersih desa tanggal 1 bulan Haji atau Zulhijah dan saat upacara Ider Bumi yang dilakukan pada hari kedua Idul Fitri.
Rumah Osing tidak hanya unik. Rumah-rumah sederhana itu seperti punya kemampuan menghilangkan jarak. Menjadikan siapa saja yang masuk sebagai bagiannya. Menjadikan "aku" dan "kita" sebagai bagian dari "mereka".
Timbul dan istrinya Rizki misalnya. Tanpa curiga mereka mempersilakan tamu yang bahkan tidak mereka kenal sebelumnya masuk ke dalam rumah, lalu mengajaknya duduk sambil menonton televisi bersama.
Mereka juga mengajak tamunya masuk ke ruang tidur untuk menunjukkan kasur hitam merah yang selalu ada di rumah Osing, membuka dapur untuk tamu, dan mengajak tamu mereka makan bersama: nasi, sayur pakis dan batang lucu --sejenis kecombrang--, sup kepiting, dan pepes ikan.
Keluarga Suari dan Hanapi juga membuka lebar pintu rumah untuk tamu, sambil tersenyum mereka menunjukkan bagian-bagian rumah dan isinya kepada tamu yang ingin melihat rumah Osing. (*) (Foto: Maryati-Jakarta/Seno-Banyuwangi/Siskanurifah-wordpress)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.