Malang (Antara Jatim) - Massa yang tergabung dalam Kaukus Pemuda Malang Raya mendesak Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang untuk mencoret nama Pieter C Zulkifli dari daftar calon legislatif DPR RI dari Partai Demokrat karena dinilai melecehkan agama tertentu, Selasa.
Koordinator lapangan (korlap) aksi Muhlis Ali dalam orasinya mengatakan Pieter C Zulkifli sudah membohongi rakyat dengan memakai simbol-simbol agama tertentu, padahal yang bersangkutan menganut agama seperti dalam simbol itu.
"Kami menggugat Pieter C Zulkifli karena telah melecehkan agama tertentu. Kalau kami mendesak KPU untuk mencoret nama calon legislatif (caleg) tersebut, bukan berarti kami anti-Demokrat," tegas Muhlis Ali.
Ia menegaskan massa yang datang ke KPU bukan mendemo atau tidak suka dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, tapi kampanye politik kadernya yang keliru harus diluruskan.
Menurut aktivis HMI tingkat nasional itu, Undang-undang memberi ruang pada seluruh umat beragama, namun tokoh politik jangan menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan politiknya, apalagi yang bersangkutan berseberangan dengan agama yang dianut.
Menanggapi hal itu, Pieter C Zulkifli yang saat ini menjadi Ketua Komisi III DPR RI itu mengaku tidak bermaksud menistakan agama tertentu dengan ucapan seperti dalam spanduk kampanye itu.
"Dengan segala kerendahan hati perlu saya sampaikan bahwa saya tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Saya sangat mencintai seluruh warga Malang Raya dan saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan demi kepentingan warga Malang Raya," kata caleg DPR RI Partai Demokrat untul wilayah daerah pemilihan (dapil) V Malang Raya.
Ia menegaskan dirinya mencintai semua agama, apalagi keluarga besarnya mulai dari orang tua hingga saudaranya juga menganut agama yang tidak sama dengan dirinya.
"Pembuatan banner itu memang tim sukses saya dan saya sudah meminta untuk dicabut," ujarnya.
Pieter menduga kasus itu bukan semata-mata masalah agama, tapi ada konspirasi besar, yakni beberapa bulan ini dirinya memperjuangkan warga Malang Selatan yang menolak keberadaan tambang pasir besi di daerah Malang Selatan itu.
Ia berjanji walaupun nantinya tidak terpilih lagi menjadi anggota dewan, dirinya tetap berkomitmen tak akan berhenti memperjuangkan rakyat Malang Selatan karena rakyat di Malang Selatan itu sudah ditindas oleh pengelola tambang pasir besi itu.
"Banyak cara yang bisa saya lakukan. Tapi, sekarang yang harus dipahami publik adalah kasus ini bukan semata-mata karena banner saya, tapi sudah menyentuh banyak kepentingan," tegasnya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.