Menurut salah satu pengelola Obech Rafting, Husaini, untuk menikmati sensasi arung jeram tersebut, setiap pengunjung dikenakan tarif sekitar Rp200 ribu. Jumlah itu sudah termasuk fasilitas makan siang dan minuman penyegar.
"Pengunjungnya tidak hanya dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga luar Jatim. Liburan sekolah dan libur akhir tahun atau lebaran menjadi waktu yang paling ramai pengunjung. Rata-rata mereka datang secara rombongan," ucapnya.
Menurut ia, musim hujan adalah waktu terbaik untuk berwisata arung jeram, karena kondisi air sungai cukup bagus dan tidak terlalu dangkal untuk dilewati perahu karet. Namun, dalam kondisi tertentu, pengelola juga harus waspada terhadap derasnya air sungai demi menjaga keselamatan pengunjung.
Sejumlah pengunjung yang baru pertama kali mencoba lintasan arung jeram sungai Kromong rata-rata langsung memuji kondisi jalur yang sangat menantang tersebut. Apalagi, ketika perahu yang mereka tumpangi beberapa kali harus terjebak bebatuan dan terbalik. Sedikit lecet dan memar akibat terbentur bebatuan tidak menghalangi pengunjung untuk meneruskan petualangan.
"Awalnya saya sempat takut untuk memulai karena melihat jalur sungai Kromong dipenuhi bebatuan yang ukurannya besar-besar. Tapi, begitu perahu karet sudah meluncur, yang muncul justru keasyikan dan lupa dengan rasa takut," sebut Arnas, pengunjung asal Surabaya yang datang dengan anggota komunitasnya.
Bagi anda yang kurang suka atau takut mencoba tantangan arung jeram, pengelola Obech juga menyiapkan beberapa fasilitas paket liburan lain berkonsep alam, seperti pelatihan "outbound", jelajah hutan, "paintball", dan perkemahan.
"Ada beberapa perusahaan yang mengambil beberapa paket wisata sekaligus, semisal camping, outbound sekalian rafting selama dua hari satu malam," tambah Husaini.
Selesai menikmati petualangan alam di Obech yang lumayan melelahkan, sebelum pulang pengunjung bisa mampir ke kawasan objek wisata Pacet yang lokasinya hanya berjarak sekitar satu kilometer untuk sekadar melepaskan penat dengan berendam di kolam pemandian air panas. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.