Gresik, (Antara Jatim) - Pemkab Gresik, Jawa Timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pemeriksaan ulang proyek antisipasi banjir pemasangan "box culvert" atau beton bertulang pada gorong-gorong Jalan Samanhudi, sebab belum maksimal dalam mengatasi banjir di wilayah itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik, Bambang Isdianto, Kamis mengatakan, sesuai laporan warga, proyek box culvert di Jalan Samanhudi tidak maksimal dalam mengatasi banjir, sehingga pada saat hujan deras kawasan itu masih tergenang.
"Oleh karena itu akan kami periksa ulang dan cari tahu apa penyebabnya, sebab proyek yang menelan anggaran sekitar Rp9 miliar itu tujuannya untuk mengatasi banjir, tapi mengapa belum maksimal," katanya.
Sementara, salah satu warga yang tinggal di Jalan Samanhudi, Bahtiar mengatakan, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Gresik selama 1,5 jam yakni dari pukul 14.30 WIB hingga 15.00 WIB membuat kawasan itu banjir setinggi 0,5 meter.
Akibatnya, sejumlah warga berjibaku membendung air agar tidak masuk ke dalam rumah, seperti di Desa Sindujoyo.
"Bahkan sebagian warga terpaksa menaikan barang-barang berharga seperti perabot rumah tangga dan televisi ke tempat yang lebih tinggi," katanya.
Bahtiar mengakui, di wilayah itu sempat dikerjakan proyek box culvert untuk mengatasi banjit, namun setelah proyek itu selesai tidak mampu mencegah banjir.
"Buktinya, sore ini hujan deras namun di sekitar proyek box culvert tetap banjir, hal ini menunjukan bila proyek box culvert kurang berfungsi secara baik," katanya.
Bahtiar menduga, saluran air menuju box culvert dibuat sangat kecil sehingga air tidak bisa masuk secara cepat, akibatnya air tetap meluber di jalan. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.