Gresik (Antara Jatim) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggelar pendidikan pemilu untuk meningkatkan peran serta masyarakat pada pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung tahun 2014. Ketua KPU Gresik Alimin Al Ayubi, Kamis, mengatakan pendidikan pemilu digelar dalam bentuk sosialisasi ke sejumlah organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa, serta pelajar pada tingkatan SMA/sederajat. "Salah satu contohnya kami sudah menggelar "Workshop Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Pendidikan Pemilih Pemilu 2014" di Balai Desa Pongangan Kecamatan Manyar, Gresik," katanya. Dalam kegiatan itu, diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari SMA/sederajat serta LSM yang ada di wilayah Gresik. Ia mengatakan kegiatan pendidikan pemilu akan terus dilakukan secara rutin, sehingga mampu meningkatan peran masyarakat pada pelaksanaan Pemilu 2014 di wilayah Gresik. "Kegiatan seperti ini juga untuk menekan angka golput, menghilangkan politik uang serta politisasi ayat yang sering digunakan dalam pelaksanaan pemilu," katanya. Sementara itu, berdasarkan data Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Gresik pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013, tingkat partisipsi msyarakat dalam menyalurkan hak suaranya sangat rendah. Dalam perhitungan KIPP, angka golput dalam Pilkada Jatim yang digelar tanggal 29 Agustus 2013 di Gresik mencapai 42 persen. Selain itu, ditemukan delapan pelanggaran yang sebagian besar dilakukan oleh penyelengara pilkada, seperti banyaknya TPS yang tidak memasang daftar DPT dengan alasan tidak ada anggaran, kecerobohan anggota KPPS yang mencoblos kelebihan surat suara kosong karena banyaknya pemilih yang tidak mau menggunakan hak pilihnya, serta warga yang tak masuk daftar pemilih tetap (DPT). (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026