Tersedianya akses kesehatan yang memadai, utamanya bagi masyarakat kurang mampu, menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya. Pemkot Surabaya memiliki komitmen agar masyarakat miskin memiliki hak yang sama dengan warga yang lainnya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sebagai pengejawantahan sila kelima Pancasila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Selama ini, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat kurang mampu di Kota Pahlawan. Diantaranya dengan mengcover warga miskin yang sakit melalui jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dan Jamkesmas non kuota. Terobosan terbaru Pemkot Surabaya dalam melayani warganya adalah penyedian mobil ambulance keliling. Dengan adanya mobil keliling ini, warga kurang mampu di Kota
Pahlawan yang anggota keluarganya sakit dan segera memmbutuhkan pertolongan medis tetapui tidak memiliki biaya untuk membawa mereka ke rumah sakit, kini tidak perlu khawatir.
Warga bisa memaksimalkan keberadaan mobil ambulance keliling tersebut. Caranya pun mudah. Masyarakat yang memang membutuhkan, bisa mengontak sendiri mobil ambulance kelilinguntuk datang kerumah mereka, tanpa perlu mengeluarkan biaya alias gratis.
Kemudahan yang diperoleh warga Kota Surabaya dalam mendapatkan akses kesehatan. itu merupakan bentuk pelayanan kesehatan terbaru Pemkot Surabaya. Mobil ambulance tersebut bisa dioperasionalkan secara gratis selam 24 jam untuk melayani warga yang membutuhkan.
"Bagi warga yang sakit atau ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal, silakan untuk memanfaatkan mobil ambulance keliling ini. Kita siap untuk menjemput warga ke tempat yang dituju dan tidak dipungut biaya," jelas Walikota Surabaya, ir Tri Rismaharini ketika me-launching ambulance gratis keliling dihalaman Balia Kota Surabaya pada akhir Jului 2013 lalu. Guna memberikan pelayana ekstra nyaman warga, mobil ambulance yang disiapkan Pemkot Surabaya bukanlah mobil "rongsokan" yang apabila dilihat saja tidak membuat orang tertarik. Sebaliknya,mobil yang disiapkan kondisinya masih kinclong. Kondisi mobil yang nagus dan menarik itu tentunya akan menyenangkan warga yang akan memanfaatkannya. "Mobil ambulance tersebut juga dilengkapi tenaga perawat dan peralatan medis untuk kebutuhanmasyarakat yang butuh perawatan mendesak," sambung walikota.
Kepala Dinas Sosial(Dinsos) Kota Surabay, supomomengatakan ada tujuh mobil ambulance keliling jenis isuzu panther yang dimaksimalkan untuk melayani warga Surabaya. Mobil Ambulance ini ditempatkan di lima lokasi di setiap wilayah Kota Surabaya. Menurutnya, untuk wilayah timur Surabaya, Mobil ambulance ditempatkan di Griya Wreda, lalu di kawasan Surabaya Barat di Kantor Kecamatan Tnads . Sementara di wilayah Surabaya Selatan, ada di Kantor Kecamatan Wonokromo dan di wilayah Surabaya Utara diletakkan di parkiran Ampel. Serta di Pusat Kota ada di Dinas Sosial Kota Surabaya yang berada di Jalan Kedungsari 18.
"penempatan mobil ambulance di beberapa lokasi di setiap wilayah bertujuan untuk memudahkan warga yang kurang mampu di kawasan itu yang memerlukan mobil ambulance bisa datang lebih cepat kerumah mereka ," jleas Supomo. Supomo menyadari , agar warga kurang mampu di Surabaya mengetahui dan memaksimalkan fasilitas mobil ambulance ini, pihaknya harus rajin melakukan sosialisasi .
Utamanya memberitahukan warga nomer telepon yang bisa dikontak apabila mereka membutuhkan layanan mobil ambulance keliling ini. Karenanya, selain gencar melakukan sosialisasi melalui perangkat di kecamatan dan kelurahan sehingga bisa diketahui warga Kota Surabaya. Tremasuk yang tinggal dikampung-kampung dan tidak biasa mengaksesmedia massa. "Warga bisa menelepon langsung ke petugas mobil ambulance ke nomor telpon031-5465777. Gratis. Tentunya kami juga butuh peran serta dari teman-teman media massa untuk mengabarkan program ini kepada warga," ujar Supomo
Sosialisasi yang dilakukan Dinsos Kota Surabaya sudah terlihat hasilnya. Masyrakat sudah paham ketika akan menggunakan ambulance keliling ini. Buktinya sejak dilaunching akhir Juli lalu, mobil ambulance keliling ini sudah dimaksimalkan oleh masrakat Kota Surabaya. Dari data yang dicatat di Dinsos Kota Surabaya, Total sudah ada 132 warga yang telah memanfaatkan mobil ambulance keliling ini. pada rentang 25 Juli hingga akhir Juli, ada tiga warga yang memanfaatkan ambulance keliling ini.
Pada Agustus 2013, ada 33 warga dan pada September Jumlahnya meningkat menjadi lebih dari dua kali lipat. dan pada oktober ini, jumlah warga yang memakai layanan ambulance keliling ini sudah mencapai 32 warga.
"Rata-rata dalam sehari ada tiga sampai lima orang yang menghubungi kami untuk memanfaatkan layanan mobil keliling ini. Mayoritas ambulance ini untuk mengangkut warga sakit, meninggal dan juga gelandangan," ujar Endah Puspandari, Sekretris Dinsos Kota Surabaya. Meskipun jumlah pengguna layanan ambulance gratis terus meningkat, Endah menyebut masih ada warga yang mungkin belum tahukeberadaan layanan kesehatan yang baru ada di Surabayini.
Karena itu, Dinsos Kota Surabaya terus melakukan sosialisasi kepad masyarakat. Utamanya memberikan informasi nomor telpon 031-5465777 untuk menghubungi ambulance keliling. Atau, bisa juga datang langsung ke kantor Dinas Sosial Kota Surabaya di Jl. Kedung Sari No 18 Surabaya. "Memang masyarakat banyak yang belum tahu. Karena itu , teman-teman yang kalu ke lapangan , selalu membagikan brosur ambulance gratis, termasuk memberitahu informasi pada pertemuan RT/RW," sambung Endah.
Untuk meminimalisir ketidak tepatan sasaran dalam pelayanan mobil ambulance keliling ini, Dinsos Kota Surabaya berusaha memastikan bahwa orang yang menelpon call center tersebut benar-benar membutuhkan , bukannya asl telpon. Termasuk juga bagaimana mengetahui apakah warga tersebut warga Surabaya dan tujuan rumah sakit di Surabaya.
"Yang penting itu, yang menelpon orang jelas. Kalau dia miskin dan ndak punya Jamkesmas yah kita yang menguruskan. Kalu yang telpon meras orang miskin yah kita jemput, kan ndak bisa lihat KTP nya dulu apakah orang Surabaya atau tidak. Tetapi sejauh ini, yang menelpon rata-ratadari golongan orang miskin. Jadi ndak ada orang yang mampu ikut-ikutan nelpon. Cuma pernah ada yang minta layanan ke luar kota, yah kita ndak bisa melayani," sambung Endah.
Penyediaan akses kesehatan yang baik kepada warga kurang mampu memang mutlak diperlukan. Sedikitnya, ada tiga alasan terkait pentingnya penyelenggaraan kesehatan bagi masyarakat miskin. Pertama, untuk menjamin terpenuhinya Keadilan Sosial Bagi masyakat miskin. Kedua, untuk menjaga keutuhan integrasi bangsa dengan meningkatkan upaya pembangunan (termasuk kesehatan) di daerah miskin. Dan ketiga, hasil studi menunjukkan bahwa bila kesehatan penduduk baik, pertumbuhan ekonomi juga akan baik, dengan demikian upaya mengatasi kemiskinan akan lebih berhasil.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.