Madiun (Antara Jatim) - Pembangunan gedung dan infrastruktur Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) di Kota Madiun, Jawa Timur, hingga saat ini telah mencapai 40 persen. Hal tersebut diketahui saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka peninjauan Akademi Perkeretaapian Indonesia dan PT Industri Kereta Api (PT INKA) di kota setempat, Rabu. "Ini proyek "multi years" dari tahun 2011 hingga 2016 nanti. Kalau bisa pembangunannya lebih dipercepat lagi karena bangsa kita sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang transportasi kereta api," ujar Ketua Komisi V DPR RI, Laurens Bahang Dama, kepada wartawan. Ia juga berharap agar pihak pengelola yakni Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dapat menerima siswa atau taruna lebih awal pada tahun 2014 mendatang. "Saya kira sangat bisa jika API sudah menerima taruna pada tahun depan meski pembangunan infrastrukturnya belum selesai semuanya. Yang sudah selesai saat ini baru pembangunan tahap satu, meliputi gedung asrama, kantor, dan kelas. Lainnya menyusul," kata dia. Sementara itu, pihak Kementerian Perhubungan menyatakan siap jika penerimaan siswa atau taruna API Madiun dilakukan pada tahun 2014. Hal tersebut sebagai wujud keseriusan dari Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kereta api khususnya. "Untuk mengembangkan SDM di bidang kereta api, nantinya API Madiun akan membuka pendaftaran melalui dua jalur. Yakni jalur pendidikan akademik dan jalur pelatihan teknis," ungkap Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Anton Tampubolon. Adapun, untuk tahap awal jumlah taruna yang akan diterima sebanyak 120 orang dari kalangan masyarakat umum, perusahaan, ataupun aparatur daerah yang ingin meningkatkan pengetahuannya di bidang perkeretaapian. Mereka nantinya akan dibagi dalam empat jurusan yang masing-masing jurusan dibatasi 30 orang. "Empat jurusan itu antara lain, jurusan Teknik Sarana Kereta Api, Teknik Jalur dan Bangunan Kereta Api, Teknik Pemeliharaan Prasarana Kereta Api (Sintelis), serta Teknik Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api," kata Anton. Ia memperkirakan, pada saat penerimaan taruna tahun depan, capaian pembangunan infrastruktur API telah mencapai 50 persen. Anton menilai, pelatihan sudah dapat dilakukan meski gedung belum selesai sepenuhnya. "Pada saat itu baru teori-teori saja yang diberikan. Sedangkan praktiknya untuk sementara akan bekerja sama dengan PT INKA dan juga PT KAI," tambahnya. Seperti diketahui, kampus API Madiun seluas 25 hektare dibangun di atas lahan hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Proyek tersebut membutuhkan dana sebesar Rp680 miliar. Keberadaan atau pembangunan API Madiun tersebut menyusul kebutuhan SDM dan pertumbuhan penumpang kereta api di tanah air yang semakin bertambah pada tahun-tahun mendatang sebagai moda transportasi massal yang murah dan aman. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026