Kediri (Antara Jatim) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri, Jawa Timur, Agus Wahyudi, mengatakan harga bahan pokok saat ini dinilai masih terkendali, sehingga belum perlu dilakukan operasi pasar.
"Kami sudah terjunkan tim pemantau harga bahan pokok, dan mereka sudah memperhitungkan dampak kenaikan harga BBM maupun saat Ramadhan," katanya di Kediri, Selasa.
Ia mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu memang memberikan efek pada tingginya beberapa harga bahan pokok, namun dinilai masih wajar, termasuk kenaikan harga saat Ramadhan menjelang Lebaran 2013 seperti saat ini masyarakat masih bisa menjangkau.
Stok kebutuhan pokok di pasar saat ini masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau tidak perlu panik, karena dengan stok yang mencukupi harga secara bertahap akan kembali normal.
Selain itu, ia juga mengatakan pemkot tidak bisa membatasi masuknya barang impor ke wilayah Kota Kediri, seperti daging, bawang putih, dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Masuknya barang impor secara tidak langsung juga menekan harga menjadi lebih murah, tapi jika dinilai perlu dilakukan operasi pasar, pemkot segera akan koordinasi dengan instansi terkait.
"Terkait impor, harga bisa terkendali, meskipun dilihat dari sisi petani kurang berdampak baik. Harga tidak tinggi saat ini," ucapnya.
Beberapa harga bahan pokok saat di sejumlah pasar tradisional di Kediri memang ada yang tinggi. Kenaikan misalnya terlihat pada harga cabai rawit yang mencapai harga Rp70 ribu per kilogram naik daripada beberapa hari lalu yang hanya Rp55 ribu per kilogram.
Sementara harga beras relatif stabil seperti bengawan Rp8.200 per kilogram, mentik Rp8.200 per kilogram, IR64 Rp7.600 per kilogram. Gula pasir juga masih terjangkau Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp9 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp18 ribu per kilogram. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.