Ini kunjungan penting, karena NU memang perlu memperhatikan Gen-Z dalam menanamkan Nilai Perjuangan NU dalam Kajian Poskolonial

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam Kajian Poskolonial Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember mempelajari Nilai Perjuangan NU dalam Kajian Poskolonial saat mengunjungi Kantor PWNU Jatim di Surabaya,.

“Ini kunjungan penting, karena NU memang perlu memperhatikan Gen-Z dalam menanamkan Nilai Perjuangan NU dalam Kajian Poskolonial,” Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PWNU Jawa Timur, Riadi Ngasiran, Minggu.

Menurut Riadi, perjuangan para ulama dan kiai pesantren dalam menegakkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak diragukan.

Sejarah Nasional Indonesia perlu memperhatikan fakta perjuangan tersebut, mulai dari sebelum berdirinya NU hingga perang kemerdekaan di masa revolusi nasional, dan mengisi kemerdekaan.

Ia menilai, Gen-Z saat ini tidak mengenal secara utuh perjuangan ulama dan kiai pesantren, di mana saat itu NU telah menginisiasi Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) sebagai momen untuk Gerakan Tolak Kolonialisme Dunia.

Penulis Sejarah Gerakan Kemerdekaan Bawah Tanah di Indonesia, yang juga Tim Penulis Sejarah Satu Abad NU itu juga mengingatkan peran pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, di antaranya melalui Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Riadi Ngasiran juga menjelaskan tentang pentingnya memahami peran NU dalam memperjuangkan gerakan antikolonialisme, sejak zaman Hindia Belanda hingga mengisi kemerdekaan, yang berbasis Qanun Asasi NU itu.

Di tengah pergaulan global, NU mengambil langkah diplomasi mulai dari Komite Hijaz, diplomasi zaman Jepang hingga terselenggaranya Konferensi Islam Asia Afrika yang digagas KH Achmad Sjaichu dan KH Idham Chalid di Bandung tahun 1965.

Dalam tahun-tahun berikutnya, juga NU berperan dalam menolak terorisme dan mewujudkan Islam antikekerasan, yang dipelopori KH Hasyim Muzadi, lewat pertemuan para cendekiawan dunia lintas madzhab dalam Internasional Conference Islamic Schooler (ICIS) tahun 2009 hingga 2014.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026