Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyebut kebutuhan elpiji bersubsidi di Kota Kediri, menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 ini relatif normal dan tidak ada gejolak permintaan yang signifikan.

"Dari pantauan kami di lapangan, tidak ada permintaan yang signifikan dari masyarakat. Tidak ada gejolak penambahan tinggi di masyarakat, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri M Ridwan di Kediri, Selasa.

Pihaknya juga intensif komunikasi lintas sektoral termasuk dengan Pertamina soal stok elpiji ukuran 3 kilogram. Hingga kini, diketahui distribusi juga relatif lancar.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan selama libur panjang ini, stok BBM dan elpiji dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan.

Ia menyebut, Pertamina juga tetap siaga di lokasi untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji berjalan lancar.

"Pada momen libur panjang ini, produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat," kata dia.

Ia menambahkan, untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarana dan fasilitas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM.

Dirinya menjelaskan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 99 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 1,5 juta tabung untuk seluruh wilayah Jatim.

Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini, sehingga masyarakat dapat menikmati libur panjang kali ini dengan tenang.

Untuk kebutuhan di Kota Kediri, penyaluran tabung harian mencapai lebih dari 18 ribu tabung dan fakultatif saat Idul Adha adalah lebih dari 17 ribu tabung.

Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama elpiji. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Ahad.

Pertamina, kata dia, juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan elpiji sesuai peruntukannya, yakni elpiji ukuran 3 kilogram merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu.

Sedangkan untuk elpiji nonsubsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026