Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menggelar program “Sekolah Sampah” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Eri di Surabaya, Minggu, mengatakan program edukasi tersebut menghadirkan materi teori dan praktik pengelolaan sampah, mulai dari perubahan perilaku, teknik pengomposan, hingga pengolahan sampah organik berbasis maggot.

“Masalah sampah harus diselesaikan berbasis sumber. Jika masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, beban tempat pembuangan akhir bisa berkurang,” katanya.

Selain edukasi, pihaknya juga menyalurkan fasilitas berupa puluhan tempat penampungan botol plastik dan komposter sampah organik kepada masyarakat.

Menurut dia, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan ke tempat pembuangan sementara maupun tempat pembuangan akhir.

Perubahan pola pengelolaan sampah, lanjutnya, harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan warga, sekolah, hingga komunitas melalui pembiasaan memilah dan mengolah sampah sejak awal.

Eri mengatakan timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari dan hampir 60 persen di antaranya merupakan sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan limbah dapur rumah tangga.

Karena itu, program “Sekolah Sampah” dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga keterampilan teknis agar masyarakat mampu mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu metode yang diperkenalkan yakni pengomposan dan budidaya maggot untuk mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Program tersebut juga mengajak masyarakat menerapkan pola konsumsi secara bijak guna mengurangi potensi timbulan sampah.

“Jika sampah organik tidak dipilah dan dikelola, dampaknya bukan hanya membuat tempat pembuangan akhir penuh, tetapi juga meningkatkan emisi gas metana,” ujarnya.

Ia menambahkan sampah anorganik yang telah dipilah warga dapat dikelola kembali melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi dan membantu mengurangi volume sampah kota.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber yang diintegrasikan dengan bank sampah, TPS3R, rumah kompos, dan metode pengolahan sampah organik lainnya,” kata Eri.
 



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026