Malang Raya (ANTARA) - Komisi X DPR RI meminta pemerintah pusat untuk membantu upaya pengembangan potensi budaya di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, yang masih belum berjalan optimal.
"Potensi Malang Raya ini sangat banyak, bahkan yang belum digarap pun masih ada sehingga diharapkan pemerintah pusat melakukan upaya yang lebih besar," kata Anggota Komisi X DPR RI La Tinro La Tunrung di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.
Menurut dia, potensi kebudayaan akan bisa memberikan nilai tambah bagi suatu daerah ketika upaya pelestarian berjalan dengan maksimal.
Hal itu pun menjadi tantangan yang dihadapi oleh daerah lantaran persoalan keterbatasan anggaran.
Ia menyampaikan bahwa peran dari pemerintah pusat sekaligus membantu menyelamatkan cagar budaya yang sudah ada.
Ia tak memungkiri mendapatkan informasi perihal adanya cagar budaya yang terancam dilakukan pembongkaran. Oleh karena itu, kolaborasi begitu dibutuhkan dalam memastikan setiap tahapan berjalan secara tepat.
"Bagaimana membuat situs tetap terjaga meski belum dibuka," ucapnya.
Selain itu, La Tinro mengatakan bahwa dua museum yang ada di Kota Malang, yaitu Museum Pendidikan dan Museum Mpu Purwa memerlukan perhatian lebih dari pemerintahan setempat.
Salah satu yang perlu ditingkatkan adalah inovasi dalam rangka menarik lebih banyak kunjungan anak-anak sekolah ke dua lokasi museum itu.
"Bagaimana anak-anak sekolah ini diarahkan untuk mengunjungi museum-museum itu," ucapnya.
Ia akan menyampaikan kondisi tersebut kepada kementerian terkait sehingga bisa secepatnya ditindaklanjuti.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan regulasi terkait pelestarian cagar budaya sudah dituangkan melalui sejumlah peraturan daerah beserta regulasi turunannya, berupa peraturan wali kota.
"Situs yang dikelola oleh pemerintah kota tetap dijaga dan dilestarikan. Terus, ada juga pihak swasta yang memang bekerja sama dan sudah ada izinnya," ucapnya.
Terkait Museum Pendidikan dan Museum Mpu Purwa, menurut dia, bukan hanya tempat meletakkan barang bernilai sejarah tetapi juga sebagai wadah pelestarian dan edukasi kepada masyarakat.
Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa lokasi kedua museum itu masih belum cukup representatif.
"Yang Museum Pendidikan lokasinya jauh ya dan yang Mpu Purwa meski di tengah kota tapi masuk ke perumahan," katanya.
Ia memastikan siap memanfaatkan aset daerah ketika telah mendapatkan arahan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan relokasi.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026