Konsep Festival of Lights nya terasa banget

Surabaya (ANTARA) - Ribuan warga memadati jalan untuk menonton parade budaya tahunan Surabaya Vaganza 2026 dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang tahun ini mengusung konsep “Festival of Lights”, Sabtu malam.

Pantauan ANTARA di sepanjang Jalan Tunjungan, Sabtu, ribuan warga telah memadati area parade sejak sore untuk menyaksikan arak-arakan mobil hias, pertunjukan drumband, hingga penampilan peserta berkostum teatrikal dengan instalasi lampu LED warna-warni.

Sejumlah penonton juga tampak mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen parade yang melintas di kawasan Jalan Tunjungan.

Selain kostum bercahaya, parade turut diramaikan mobil hias dengan beragam desain, jip militer klasik, serta sorotan moving LED yang menambah kemeriahan suasana di sepanjang jalur parade.

Rute Surabaya Vaganza 2026 dimulai dari kawasan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, kemudian melintas menuju Gemblongan dan Jalan Tunjungan, dilanjutkan ke depan Gedung Negara Grahadi dan Taman Apsari, sebelum berakhir di kawasan Monumen Bambu Runcing.

Salah seorang warga Wonokromo, Rizky, menilai konsep malam hari memberikan pengalaman visual yang lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Konsep Festival of Lights nya terasa banget. Kostum LED nya menyala kontras di malam hari, apalagi saat melintas di bawah Viaduk Pahlawan, jadi estetik buat difoto,” katanya.

Sementara itu, warga Bubutan, Amrina, mengatakan rute yang lebih panjang membuat kerumunan penonton lebih tersebar sehingga masyarakat dapat menikmati parade dengan lebih nyaman.

“Anak-anak senang banget pas rombongan drumband dan mobil hias lewat. Untungnya rute tahun ini lebih panjang sampai Bambu Runcing, jadi penontonnya lumayan menyebar,” ujarnya.

Di sisi lain, karyawan salah satu perusahaan telekomunikasi di Surabaya, Clorinda, menyebut parade malam tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin membuat konten media sosial.

“Visual lampu neon hijau sama sayap bercahaya itu bagus sekali saat direkam video,” tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026