Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang memantau hasil pertemuan antara Amerika Serikat dan China, Kamis (14/5), di tengah kekhawatiran Presiden AS Donald Trump akan mengajukan konsesi terkait isu Taiwan sebagai imbalan dalam kesepakatan dagang.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi, yang pernyataannya soal Taiwan pada November lalu mengakibatkan pemburukan hubungan dengan Beijing, sedang mempertimbangkan untuk menghubungi Trump yang sedang bertemu Presiden China Xi Jinping, kata seorang pejabat senior Jepang.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Xi mengatakan kepada Trump dalam pertemuan tertutup mereka bahwa kedua negara akan mengalami bentrokan, bahkan konflik, sehingga dapat merusak hubungan sepenuhnya; kecuali jika AS menangani isu Taiwan dengan tepat.

Adapun PM Takaichi, di hadapan anggota parlemen, mengatakan serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons balasan dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung AS. Tokyo juga amat prihatin atas tindakan Beijing yang semakin "sewenang-wenang" di kawasan.

Pemerintah AS menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Sementara itu, Jepang menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong isu tersebut diselesaikan melalui dialog.

Jepang juga tetap mempertahankan hubungan non-pemerintah dengan Taiwan.

"Perdana Menteri (Takaichi) bisa berbicara dengan Trump melalui saluran telepon," kata pejabat senior Jepang itu.

Dengan percakapan tersebut, Jepang akan mendengarkan pandangan-pandangan yang diutarakan dalam pertemuan untuk menetapkan analisis dan asesmen yang komprehensif.

"Anda tak akan bisa menerka apa yang akan Trump katakan," kata seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Jepang.

 

Donald Trump melakukan kunjungan ke China selama dua hari untuk pertemuan dengan Xi Jinping, menjadi presiden pertama AS yang berkunjung ke China dalam kurun waktu hampir 10 tahun.

Sementara itu, Jepang semakin menghadapi tekanan dari China yang menerapkan pengendalian ekspor atas komoditas sipil yang juga bisa digunakan untuk keperluan militer (dual-use), yang kemungkinan mencakup komoditas tanah jarang.

Pertemuan Trump dan Xi diperkirakan membahas serangkaian topik dengan implikasi signifikan untuk Jepang, termasuk perang AS-Israel terhadap Iran serta pengendalian komoditas tanah jarang China.

"Kami harus benar-benar memerhatikan di bidang mana yang mereka berhasil sepakati dan di mana kesepakatan belum tercapai," kata seorang pejabat Jepang.

Sumber: Kyodo



Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026