Surabaya (ANTARA) - CEO INCREA Media Marketing Agency Nanda Rizky Amelia menyatakan agensi yang dipimpinnya mulai merambah pasar internasional lewat komik digital Webtoon, seiring meningkatnya permintaan klien luar negeri dan kolaborasi strategis di kawasan Asia Timur.
"Kami satu-satunya official East Asia untuk Webtoon. Jadi jenama-jenama di sana kalau mau masuk ke Indonesia biasanya diarahkan ke kami," kata Nanda saat media gathering di Surabaya,
Ia menjelaskan penunjukan tersebut mencakup wilayah Taiwan, Filipina, dan Indonesia, sehingga membuka peluang distribusi konten serta kerja sama jenama lintas negara.
Menurut dia, langkah ekspansi tersebut tidak terlepas dari perjalanan Increa yang sejak 2019 berfokus di pasar lokal, namun kini mengikuti kebutuhan klien yang telah mendistribusikan produknya ke luar negeri.
Ia mencontohkan salah satu klien yang produknya telah menjangkau Oman dan Korea Selatan, sehingga membutuhkan strategi media yang menyesuaikan karakter pasar setempat.
“Kami mengikuti distribusi jenama klien. Ketika produk mereka sudah sampai luar negeri, mereka bertanya media apa yang besar di sana dan kami yang menyesuaikan,” ucapnya.
Selain memperluas jejaring internasional, Nanda menyebut tren industri periklanan 2026 didominasi digitalisasi, personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pendekatan langsung kepada pelanggan loyal melalui brand activation.
Ia menilai pergeseran strategi pemasaran juga terlihat dari pengalihan anggaran iklan konvensional ke kanal digital dan aktivitas berbasis engagement.
“Hampir 40 persen ada pergeseran dari media konvensional ke digital dan activation yang lebih engage,” tuturnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan tren kegiatan luring kembali menguat pascapandemi COVID-19 karena masyarakat merindukan konser dan acara tatap muka, termasuk pasar fandom yang dinilai besar dan loyal di Asia Tenggara.
Menurut Nanda, pendekatan terhadap komunitas penggemar menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun kedekatan jenama dengan konsumen, terutama generasi muda.
Ia menambahkan Increa terus mengutamakan layanan prima dengan memastikan setiap strategi selaras dengan indikator kinerja utama (KPI) klien, baik di pasar domestik maupun internasional.
“Momentum ini menjadi kesempatan kami untuk go international karena permintaan klien sudah bukan hanya dari Indonesia,” ujarnya.
