Surabaya (ANTARA) - Proses revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya, Jawa Timur, terus dikebut agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
Direktur Utama PT Pasar Surya (Perseroda) Agus Priyo saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa menjelaskan dalam proyek revitalisasi tersebut ada penambahan sekitar 60 stan baru di lantai dua pasar.
"Yang tambahan di lantai dua itu perkiraan ada 60 stan," kata Agus Priyo, saat mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan.
Dengan penambahan tersebut, Agus Priyo menyebut total stan di Pasar Keputran Selatan nantinya mencapai 384 unit yang terdiri dari 324 stan yang ada di lantai satu dan tambahan 60 stan baru di lantai dua.
"324 tambah 60, jadi 384. Karena kan 324 yang ada di lantai 1, tambah 60 (lantai 2)," ujarnya.
Agus mengatakan, tambahan 60 stan tersebut diperuntukkan bagi pedagang baru yang akan menempati area revitalisasi pasar.
"Jadi untuk pedagang baru," ucapnya.
Selain penambahan stan, kata dia, revitalisasi juga dilakukan dengan penataan zonasi pedagang agar area pasar lebih tertib.
Nantinya, pedagang basah dan kering akan dipisahkan sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman dan bersih.
"Nanti sudah dipisah antara basah dan kering. Jadi yang kering nanti yang kering, yang basah yang basah. Jadi nanti lebih tertata, lebih nyaman untuk pengunjung dan pedagang," ujarnya.
Agus menyebut mayoritas komoditas yang dijual di Pasar Keputran Selatan masih didominasi bahan pokok seperti sebelumnya dengan dibuat lebih rapi.
"Kalau lihat dari petanya, sama seperti yang sebelumnya. Hanya, karena mohon maaf, sebelumnya yang pedagang ayam ini kurang tertata saja," ujarnya.
Terkait percepatan penyelesaian proyek revitalisasi, Agus memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Kami berkoordinasi dengan kontraktor pemenangnya tadi yang mengerjakan untuk diselesaikan," katanya.
Untuk mendukung percepatan proyek, pihaknya mengevaluasi terkait jumlah personel dan tenaga kerja di lapangan agar progres pembangunan dapat dikontrol sesuai jadwal pekerjaan.
"Tenaga kerja nanti akan kita perhatikan. Karena harus dicantumkan di dalam timeline dan schedule-nya itu supaya nanti kita bisa kontrol bareng-bareng. Bukan untuk apa-apa, tapi biar bisa kami kontrol ini berapa sih, berapa-berapa," ujarnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026