Sumenep (ANTARA) - Komisi Informasi (KI) dan insan pers Sumenep, Jawa Timur sepakat untuk bersinergi guna memperkuat keterbukaan informasi publik, penyebaran informasi mendidik dan mencerdaskan publik melalui pemberitaan di media massa dan sosial.

Ketua KI Sumenep Ahmad Rifa'i di Sumenep, Jumat, mengatakan, keterbukaan informasi merupakan dasar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sehingga kerja sama saling menguntungkan dengan para pegiat informasi, seperti insan pers, dan komunitas informasi masyarakat (KIM) penting dilakukan.

"Yang perlu kita pahami bersama, bahwa keterbukaan informasi di era saat ini bukan hanya kewajiban formal, tetapi menjadi kebutuhan dalam membangun kepercayaan publik, dan media memiliki peran yang sangat strategis," katanya.

Ia menjelaskan, media, baik media massa, ataupun media sosial juga bisa menjadi jembatan penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

"Karena itu, pada momentum Hari Keterbukaan Informasi Nasional (Hakin) yang jatuh pada tanggal 30 April 2026 kemarin, kami manfaatkan untuk membangun sinergi dengan teman-teman insan pers dari berbagai media massa dan teman-teman pegiat KIM," katanya.

Rifa'i dalam pertemuan itu menjelaskan, momentum Hakin sebagai penguatan komitmen seluruh badan publik dalam menyediakan informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kolaborasi antara Komisi Informasi dan media menjadi kunci dalam mengawal implementasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik di daerah.

"Kami berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra kritis yang ikut mengawasi jalannya keterbukaan informasi di Sumenep," katanya.

Pada kegiatan yang dikemas dengan media gathering itu, KI Sumenep juga meminta masukan kepada para ketua forum jurnalis Sumenep terkait upaya meningkatkan kualitas layanan informasi publik, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara KI Sumenep dengan komunitas pers.

"Kami berharap semangat keterbukaan informasi semakin menguat, sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka dan partisipatif," katanya.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026