Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyerap aspirasi masyarakat pelosok desa melalui program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) untuk mengetahui langsung kebutuhan warga dan memutuskan solusinya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mencontohkan saat melaksanakan program Bunga Desa di tiga desa di Kecamatan Purwoharjo, yakni Desa Kradenan, Purwoharjo dan Glagahagung, berdialog langsung dengan warga dan tokoh desa setempat.

"Dialog di sebuah warung di tengah hutan jati desa itu, warga dan perangkat desa menyampaikan unek-uneknya kepada kami, mulai soal infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi musim kemarau fenomena El Nino hingga program pemberdayaan masyarakat," katanya di Banyuwangi, Jumat.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa program Bunga Desa yang digulirkan sejak 2021 itu untuk mendapatkan masukan berbagai permasalahan di desa-desa.

Dalam dialog dan aspirasi di desa itu, lanjut dia, ada sebagian permasalahan yang bisa langsung diselesaikan dengan solusi dan ada pula penyelesaiannya secara bertahap.

"Dengan kegiatan bertatap muka langsung dengan warga, tokoh desa, perangkat desa, memudahkan kami dalam menjelaskan kebijakan pemerintah kabupaten," kata Ipuk.

Dalam setiap kegiatan program Bunga Desa ini, menurut dia, Pemkab Banyuwangi juga menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi di balai desa.

Seperti saat pelaksanaan program Bunga Desa di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, kata Ipuk, diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta menghadirkan psikiater.

Selain itu, juga dilakukan layanan pemeriksaan gratis penyakit dalam dan melibatkan dokter spesialis obgyn (SpOG) dan dokter spesialis jantung (SpJp).

"Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani," kata Ipuk.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026