Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan ekosistem digital berbasis konten dapat membuka akses pasar terutama bagi pelaku usaha untuk menciptakan peluang ekonomi baru di ekosistem ekonomi digital.
“Bersama-sama, kita sedang membangun sebuah ekosistem di mana kreativitas bertemu dengan teknologi, dan di mana inovasi dapat diwujudkan menjadi peluang ekonomi yang nyata,” kata Riefky dalam keterangan pers, Kamis.
Teuku Riefky menambahkan, saat ini konten digital tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau informasi, tetapi menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi, termasuk keputusan konsumsi masyarakat.
Melalui acara TikTok GO by Tokopedia Indonesia Partner Summit menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kreativitas untuk memberdayakan para kreator dan pegiat ekraf di seluruh Indonesia sekaligus ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri.
“Ini bentuk konkret bagaimana platform dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan sinergi yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah ekonomi kreatif akan terus didorong sebagai the new engine of growth bagi ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Head of Dining Key Account Merchant TikTok GO, William Panjaitan, menyampaikan bahwa konten memiliki peran besar dalam memengaruhi perilaku konsumen, khususnya tren kuliner dan gaya hidup.
Platform TikTok GO by Tokopedia berperan sebagai penghubung antara konsumen dan pelaku usaha lokal melalui layanan e-voucher. Angkanya meningkat 20 kali lipat setiap tahun dengan lebih dari 20 ribu outlet.
“Peran kami untuk memberikan sarana yang terbaik bagi perkembangan bisnis dan mencapai batas atas anda. Dan janji kami sederhana, untuk membantu konsumen menemukan produk favorit mereka dan mengubah dari penemuan menjadi pertumbuhan yang sustainable,” ujarnya.
Sebelumnya, kolaborasi Kementerian Ekraf dengan TikTok dan Tokopedia melalui program pemberdayaan seperti emak-emak dan Gen Matic berhasil menjangkau 10 provinsi dengan lebih dari 1.200 penerima manfaat pada tahun sebelumnya.
Pewarta: Fitra AshariEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026