Surabaya (ANTARA) - Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu, mencatatkan transaksi lebih dari Rp15,25 triliun sebagai capaian tertinggi sepanjang penyelenggaraan kegiatan tersebut

“Pertemuan kita pada hari ini adalah untuk membangun kesamaan perspektif, bagaimana seluruh proses trade and investment Jatim dan Malaysia bisa menjadi penguatan kedua belah pihak,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memimpin kegiatan tersebut seperti keterangan diterima di Surabaya, Jatim, Rabu.

Misi dagang yang berlangsung di Malaysia tersebut diikuti sekitar 105 pelaku usaha dari berbagai sektor strategis Indonesia dan Malaysia, serta menjadi yang pertama digelar di luar negeri pada 2026.

Total transaksi mencapai Rp15.252.737.619.960 (Rp15,25 triliun) yang terdiri atas penjualan Rp14.583.187.619.960 (Rp14,58 triliun), pembelian Rp19.550.000.000 (Rp19,55 miliar), serta investasi Rp650 miliar.

Komoditas unggulan yang berkontribusi antara lain tembaga, tepung, tembakau, produk olahan makanan, kopi, teh, rempah-rempah, hingga bahan kimia, serta kerja sama pengembangan kawasan terintegrasi layanan karantina, logistik, dan perdagangan Jatim Hub di Puspa Agro.

“Jumlah penduduk Jawa Timur mungkin lebih besar dari Malaysia, yakni mencapai 42,3 juta jiwa. Luasan kita mencapai 36 persen dari Pulau Jawa. Tentu ini market yang besar. Ditambah 80 persen supply logistic wilayah Indonesia Timur di-supply dari Jawa Timur,” ujarnya.

Khofifah menyatakan pelaksanaan 2026 telah menghasilkan transaksi konkret, berbeda dengan misi dagang 2022 yang berfokus pada penjajakan kerja sama.

Berdasarkan data, pada 2025 neraca perdagangan Jawa Timur dan Malaysia mencatatkan surplus sebesar 967,06 juta dolar AS dengan nilai ekspor 1,53 miliar dolar AS dan impor 572,37 juta dolar AS.

Dalam forum tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LoI) antara pelaku usaha Jawa Timur dan Malaysia.

Kerja sama itu antara lain melibatkan PT Greenfields Indonesia dengan MyTernak Malaysia untuk komoditas susu segar, pet food, dan sarang burung walet, serta LoI antara PT Jatim Grha Utama dan Saengineersmy SDN BHD terkait proyek kawasan terintegrasi.

"Proses one on one meeting juga sudah dilakukan. Ini pelapisan dan penguatan yang dulu kita lakukan dan hari ini yang sudah ditransaksikan. LOI yang sudah ditandatangani akan menjadi bagian untuk ditindaklanjuti dengan harapan pada skala lebih besar lagi," kata Khofifah.

Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo menyebut forum tersebut menjadi platform memperluas kemitraan dan membuka peluang kolaborasi ekonomi kedua pihak.

 



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026