Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Dua kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember yakni KA Pandalungan dan KA Blambangan Ekspres terlambat tiba di sejumlah stasiun karena dampak insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas terjadinya kelambatan perjalanan KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember, Rabu.

Menurut dia, kelambatan itu merupakan dampak dari proses evakuasi rangkaian KA Argobromo Anggrek dan Commuterline yang mengalami gangguan operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan sejumlah kereta api mengalami antrean dan pengaturan ulang pola operasi demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan secara keseluruhan.

"KA Pandalungan tercatat mengalami kelambatan hingga 277 menit dengan estimasi tiba di Stasiun Jember pada pukul 14.00 WIB," katanya.

Sedangkan KA Blambangan Ekspres mengalami kelambatan hingga 570 menit dengan estimasi tiba di Stasiun Ketapang Banyuwangi pada pukul 16.15 WIB.

Ia menjelaskan pihak KAI berusaha menekan kelambatan perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember, sehingga keberangkatan KA Pandalungan relasi Jember-Gambir diprogramkan berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pada pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Pasarsenen diprogramkan berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 17.15 WIB dengan estimasi keterlambatan sekitar 90 menit dari jadwal keberangkatan normal.

"Tim operasional mengoptimalkan waktu perawatan dan pengecekan sarana untuk memastikan keandalan sebelum kereta api berangkat kembali, dengan prioritas utama keselamatan dan kenyamanan penumpang," katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang, lanjut dia, KAI telah memberikan kompensasi service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan langkah itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepuasan pelanggan meskipun dalam kondisi operasional yang tidak normal.

Selain itu, KAI juga terus mengedepankan upaya retensi penumpang melalui pemberian layanan maksimal, menciptakan pengalaman yang tetap positif di tengah situasi keterlambatan, serta memastikan penanganan keluhan dilakukan secara cepat, responsif dan efektif di lapangan.

"KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada pelanggan melalui berbagai kanal resmi, sehingga pelanggan dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini terkait perjalanan kereta api," katanya.

Ia mengimbau seluruh penumpang untuk selalu memperhatikan informasi perjalanan yang disampaikan melalui aplikasi Access by KAI, media sosial resmi KAI, maupun petugas di stasiun.



Pewarta: Zumrotun Solichah
Uploader : Taufik

COPYRIGHT © ANTARA 2026