Situbondo (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menilai perekonomian Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berpotensi tumbuh lebih tinggi pada 2026 dengan menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
"Sepanjang tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Situbondo mencapai 5,28 persen, dan menjadi paling tinggi selama kurun waktu enam tahun sejak pascapandemi COVID-19," ujar dia usai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Situbondo, di gedung serbaguna kawasan Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Selasa.
Oleh karena itu, lanjut Iqbal, Perwakilan Bank Indonesia Jember yang membawahi Situbondo mendorong pemerintah daerah setempat melakukan upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor tersebut, karena sektor pertanian, perikanan dan peternakan menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi di Kota Santri itu.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong melakukan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim, terutama potensi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncak pada semester II 2026 berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jika mitigasi dilakukan dengan baik, maka ekonomi Situbondo pada 2026 berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Iqbal menambahkan peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui diversifikasi dan hilirisasi produk, serta penguatan ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Situbondo Naning Sugiarti mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis berdasarkan evaluasi produk domestik regional bruto (PDRB).
Salah satu fokusnya adalah pengembangan peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan daerah.
“Kebutuhan telur di Situbondo mencapai sekitar 17 ton per hari, sementara produksi saat ini baru sekitar 3,6 ton. Produktivitas akan terus ditingkatkan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan meningkatkan produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026