Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan edukasi terkait dengan pengolahan pangan lewat pelatihan fortifikasi sehingga gizi dalam menu pendamping ASI dan balita bisa lebih baik lagi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Moh. Ridwan, Sabtu mengemukakan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kasus stunting di Kota Kediri.

"Dengan kegiatan ini, kader Posyandu diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua balita, untuk menyajikan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA)," katanya di Kediri.

Ia berharap dengan edukasi yang diberikan ini nantinya semakin memberikan wawasan kepada para kader. Nantinya edukasi juga bisa diteruskan ke ibu-ibu yang mempunyai anak balita, sehingga mereka bisa menyajikan menu dengan gizi yang baik ke anak-anaknya.

“Harapannya, balita di Kota Kediri dapat tumbuh sehat dan terhindar dari masalah kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Materi pelatihan tersebut disampaikan oleh berbagai narasumber kompeten, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Kediri terkait kelayakan pangan, dosen ahli gizi Universitas Negeri Surabaya mengenai gizi MPASI dan balita, dosen Universitas Islam Kediri tentang kewirausahaan, serta sosialisasi halal oleh pendamping halal Kota Kediri.

Ridwan mengatakan pelatihan ini turut memberikan edukasi tentang cara pengolahan ikan, khususnya ikan air tawar, secara tepat dan menarik. Ada puluhan kader yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Pemkot juga ingin dengan hasil pelatihan tersebut turut memperkuat peran kader Posyandu dalam mengedukasi masyarakat. Nantinya, para kader mampu menjangkau kelompok ibu hamil dan keluarga yang masih belum aktif datang ke Posyandu.

Menurut dia, keberhasilan program ini ditargetkan melalui penurunan angka stunting secara signifikan hingga mencapai zero stunting.

Pemerintah, kata dia, juga mendorong keterlibatan peserta dari kelompok masyarakat desil 1–4 yang telah mengikuti pelatihan atau memiliki sertifikat agar ke depan mereka memiliki peluang mengakses bantuan modal usaha.

Kader Posyandu juga diimbau untuk menggalakkan konsumsi ikan, mengingat tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri masih relatif rendah.

Ketua TP PKK Kota Kediri Ning Faiqoh Azizah Muhammad juga mengatakan pelatihan ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti.

Ia juga mendorong para kader untuk menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam peningkatan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kota Kediri.

"Dengan sinergi dan upaya berkelanjutan, diharapkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kota Kediri semakin meningkat," kata dia.

Dalam pelatihan itu juga disertai dengan lomba memasak. Selain dinilai dari tampilan, rasa serta kreativitas juga menambah poin penilaian.



Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026