Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, mendukung keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang dilakukan di lingkungan pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan terbengkalai di Lapas Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo.
Dukungan tersebut terlihat dalam kegiatan panen perdana jagung manis dalam program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Latubaya bersama Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kadiyono, serta Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman.
“Ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diwujudkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan direalisasikan menjadi praktik nyata dan sudah berjalan di banyak lapas,” ujar Willy di Sidoarjo, Selasa.
Ia menilai program ini merupakan langkah cepat dan tepat dalam merealisasikan visi besar Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi inspirasi berbagai kalangan dalam pengembangan potensi lokal yang dinilainya mampu mengurangi importasi terhadap sejumlah komoditas.
Selain itu, Willy menyatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi antara DPR RI dengan kementerian terkait untuk memetakan potensi di berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk rencana menghidupkan kembali kejayaan tambak di Lampung.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kadiyono menuturkan, keberhasilan panen ini berangkat dari komitmen kuat jajaran dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Ia menjelaskan lahan tersebut mulanya terbengkalai sebelum ditanami jagung pada 15 Januari 2026.
Kadiyono menambahkan, kehadiran perwakilan legislatif menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong program pemasyarakatan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan dukungan legislatif memberikan motivasi bagi jajaran dalam mengembangkan program serupa.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026