Surabaya (Antarajatim) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar sarasehan bertajuk "Menuju Jatim Lebih Baik" yang akan mengupas aspek hukum dan ekonomi yang telah dicapai provinsi tersebut di Hotel Grand Mercure Surabaya, Kamis (7/3).
Ketua Panitia Sarasehan PWI Jatim Ainur Rohim di Surabaya, Selasa, mengatakan sarasehan berskala nasional ini dijadwalkan dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo sebagai pembicara utama.
Selain itu, sejumlah pembicara lain yang tampil adalah Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, dan pengamat ekonomi Indef Jakarta M Ikhsan Modjo.
"Sarasehan ini akan mengupas bagaimana realitas Jatim selama empat tahun di era kepemimpinan Soekarwo dan Saifullah Yusuf, serta prospek lima tahun ke depan dalam tinjauan hukum dan ekonomi," katanya.
Ia mengatakan kegiatan sarasehan ini masih merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-67 PWI.
Pemilihan tema tersebut, lanjut Ainur Rohim, didasari pertimbangan bahwa secara realistis selama empat tahun kepemimpinan Pakde Karwo dan Gus Ipul, cukup banyak keberhasilan yang ditorehkan, kendati sejumlah masalah ekonomi, sosial dan lainnya masih tetap ada.
Modal yang telah diperoleh pasangan "KarSa" (Soekarwo-Saifullah Yusuf) itu, bisa menjadi saham politik dan ekonomi agar Jatim bisa bergerak lebih baik dalam lima tahun ke depan.
"Sebenarnya ada banyak perspektif yang bisa diamati, tetapi kami fokus pada dua hal saja, yakni hukum dan ekonomi," kata Wakil Ketua PWI Jatim itu.
Dari perspektif ekonomi, tiga pembicara masing-masing Pakde Karwo, Ikhsan Modjo dan Dwi Soetjipto, diharapkan bisa memaparkan pencapaian dan masalah yang masih membelit Jatim dalam konteks kekinian.
"Perekonomian Jatim pada 2012 lalu tumbuh sekitar 7,22 persen, lebih tinggi dari pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional. Tugas berat gubernur Jatim ke depan adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi lagi," tambah Wakil Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.
Selain itu, Pakde Karwo bersama Priyo Budi Santoso dan Isran Noor juga akan mengupas tentang implementasi hukum administrasi negara di birokrasi pemerintahan.
Menurut Lutfil, akhir-akhir sering terjadi banyak kepala daerah, baik gubernur, bupati dan wali kota yang terjerumus kasus pidana korupsi.
Mereka terjerat kasus hukum karena tidak paham dengan aturan administrasi birokrasi dan melakukan kesalahan administrasi program atau proyek secara tidak sengaja.
"Sudah banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Realitas ini jelas sangat memprihatinkan di tengah desakan untuk memperkuat implementasi otonomi daerah," tambahnya.
Ketua PWI Jatim Akhmad Munir berharap sarasehan ini bisa menghasilkan formula baru untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatim dalam lima tahun ke depan dan mendorong program atau proyek pemerintah bisa diimplementasikan sejak dini dengan manfaat optimal untuk kepentingan rakyat. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.