Sidoarjo (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Edi Priyanto sebagai tokoh pegiat lingkungan karena konsistensinya dalam menggerakkan kesadaran lingkungan berbasis masyarakat di Kampung Edukasi Sampah di Sekardangan, Sidoarjo.

"Pendekatan edukatif dan partisipatif yang dibangun menjadikan Kampung Edukasi Sampah sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, pelajar, hingga berbagai institusi," kata Edi Priyanto dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.

Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi bersama warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih yang dimulai dari langkah kecil dan dilakukan secara konsisten.

Ia juga menekankan bahwa edukasi menjadi kunci keberlanjutan perubahan.

“Ketika masyarakat paham, mereka akan bergerak. Dan ketika sudah menjadi kebiasaan, perubahan itu akan bertahan,” katanya.

Setiap tahunnya, kata dia, ribuan masyarakat mendapatkan edukasi langsung terkait pemilahan sampah, pengolahan limbah, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan.

"Gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkup terkecil rumah tangga dan komunitas," ujarnya.

Ia mengatakan kontribusi juga diperkuat melalui karya literasi, di antaranya buku “Lokal Hero, RT dan RW Sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat" serta “Transformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan”, yang menjadi referensi praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Selain penghargaan kepada tokoh, PWI Jawa Timur juga memberikan Piala Prapanca kepada insan pers untuk kategori karya jurnalistik tulis dan foto, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas karya jurnalistik.

Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dalam kesempatan itu menyoroti tantangan insan pers di era digital dan menekankan tiga hal penting, yakni menjaga kualitas dan akurasi berita, meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi melalui penguatan SDM, serta berpegang teguh pada kode etik untuk menjaga marwah pers.

Senada, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa peran pers tetap krusial sebagai penyedia informasi kredibel di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

“Kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik tetap tinggi karena adanya proses akurasi dan verifikasi. Tanpa pers, sulit membayangkan informasi kredibel tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026